Rabu, 28 Januari 2009
Pemerintah Tak Gentar Jika Diarbitrase Exxon
JAKARTA---Pemerintah nampaknya tidak bergeming dengan plan of development yang diajukan ExxonMobil Indonesia atas Blok Natuna D Alpha. “Pemerintah tetap berpatokan pada keputusan sidang cabinet yang telah menterminasi status Exxon atas blok Natuna,” Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan, Senin (12/1).
Purnomo Yusgiantoro menambahkan kontrak ExxonMobile untuk pengelolaan blok Natuna sebenarnya telah automatecally terminated sejak tahun 2005. Pasalnya, pihak Exxon tidak melakukan pengembangan di blok tersebut. "Natuna tidak akan ada rapat kabinet membahas itu, karena kalusul kontraknya menyebutkan jika tidak ada pengeolahan akan di terminasi secara otomatis," ujar Purnomo.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala BP Migas R Priyono, ia mengatakan berkas POD yang diajukan Exxon pada 30 Desember lalu itu tidak akan diproses. "Berkasnya tidak akan kita proses, karena kontrak tersebut telah habis sejak tahun 2005 karena tidak ada pengelolaan," ujar Priyono.
Ketika ditanya apakah pemerintah tidak khawatir kalau seandainya Exxon mengadukan hal ini ke pengadilan Arbitrase Internasional?. Priyono berkata pemerintah tidak gentar kalau seandainya Exxon benar membawahnya ke Arbitrase Internasiona (AI).
Sebelumnya, Vice President Public Affairs ExxonMobil Maman Budiman berkata kebijakan perusahaannya memasukan plan of development blok natuna dalam rencana proyek 2009 adalah bukti bahwa Exxon tetap komit pada kontrak awal.
Pemerintah Harus Tegas
Mantan ketua MPR RI, Amien Rais, kembali buka suara sola keberadaan Exxon di Blok Natuna D Alpha. Amien Rais berpendapat status Exxon di Natuna sangat bergantung keberanian pemerintah apakah berani memutuskan nya atau bagaimana. Karena itu pemerintah harus berani dalam mengambil keputusan.
Pria yang akan dicalonkan sebagai presiden pada pemilu 2009 ini sudah dikenal berani ketika berbicara soal kontrak investor asing. Dia selalu menyerukan agar semua kontraktor asing mematuhi peraturan yang ada di negeri ini. Mas Amien ini melanjutkan selama beberapa waktu terakhir, masyarakat selalu di suguhi dengan berbagai pernyataan simpang siur, inkonsisten, dan kontraduktif soal status Natuna. Ke simpang siuran pernyataan tersebut harus dipertanyakan secara jelas. Sebab dengan ketidak jelasan pemerintahn saat ini berarti pemerintah belum bisa mengatasi kasus-kasus yang terjadi.
Potensi kandungan gas di blok laut dalam ini memang sangat menggiurkan. Tercatat, Natuna D-Alpha adalah salah satu cadangan gas terbesar di dunia dengan total potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (trillion cubic feet) dengan potensi yang recoverable sebesar 46 tcf (setara 8,383 miliar barel oil equivalent). Dengan potensi sebesar itu nilai Natuna dapat mencapai sekitar U$$ 335,52 miliar atau sekitar Rp 3.350 triliun (asumsi harga minnya U$$ 40 dan U$$ 1 = Rp 10 ribu). (Ris/Yin)
PLN Terima Pelanggan Baru
Proses Persetujuan 109 Plg
PLN Terima Pelanggan Industri Baru
JAKARTA---Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) sudah membuka keran pelanggan industri baru. Ini sudah dilakukan sejak akhir tahun 2008.
“Selama Nopember 2008 yang lalu, khusus untuk industri daerah jangkauan Jawa, Maduara, dan Bali PLN sudah menerima sambungan industri baru sebanyak 213 pelanggan, dengan daya 424 MVA (mega volt ampere). Masih dalam proses persetujuan hingga kini mencapai 109 pelanggan dengan 35,4 MVA,”.
Demikian dikatakan Direktur Niaga PLN Jawa, Maduara, dan Bali Taufik Haji ketika dihubungi Indonesia Business Today, Minggu (11/1). Ada juga yang masih dalam taraf persetujuan sebanyak 13 pelanggan dengan 35,4 MVA.
Tambahnya,kita tetap melayani pelanggan industri secara selektif baik menengah maupun pelanggan dengan daya besar. Untuk tegangan menengah jumlah pelangan sudah mencapai 8.164 pelanggan, serta daya tersambung mencapai 9.823 Mva. Untuk tegangan tinggi Jumlah pelanggan 56 pelanggan daya tersambung mencapai 2.438 Mva.
Sebelumnya, Direktur Operasional Jamali, Murtaqi Syamsudin berkata PLN tetap menerima pelanggan industri baru. Namun yang menjadi prioritasnya adalah industri yang mendaftar duluan serta menampung tenaga kerja yang banyak. Ditanya soal Tarif Direktur Operasional Jamali ini berpendapat kalau perhitungan tarif bisa dilakukan dengan skema business to business.
Dana Asuransi Serap Rp 961,5 M
Krisis financial global tidak menghentikan kemauan PLN menerbitkan obligasinya. Dengan mengandalkan pasar financial domestic perseroan ternyata mampu mendulang hasil yang bagus. “Hingga saat ini dana asuransi mampu menyerap obligasi PLN hingga Rp 961,5 miliar,” kata Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo kepada wartawan, Minggu (11/1).
Setio Anggoro Dewo menambahkan selalin dana pensiun, perbankan ikut memburu obligasi PLN. Perbankan mampu menyerap hingga Rp 320 miliar. Diantaranya adalah bank Niaga, Asuransi Rp 961,5 M, Dana Pensiun Rp 625,5 M,Mgr Investasi Rp 20 M, Korporasi/Institusi Rp 135 M, Sekuritas/Sindikasi Rp 39,5 M, Yayasan & lainnya Rp 94 M, Perorangan Rp 4,5 M.
Total obligasi PLN sebesar Rp 2,2 triliun dengan rincian; obligasi PLN X seri A sebesar Rp 1.015 miliar. Dengan jangka waktu lima tahun, bungan 14, 75 persen. Seri B sebesar Rp 425 miliar jangka waktu 7 tahun. Opsi call diulang pada tahun ketiga. Bunga sebesar 15 persen.
Total obligasi PLN selama 10 tahun Rp 1.440 miliar. Sementara untuk Sukuk Ijarah PLN III tahun 2009 seri A sebesar Rp 293 miliar dengan imbalan ijarah sebesar Rp 147, 5 juta untuk setiap 1 miliar per tahun dengan jangka waktu 5 tahun. Untuk seri B sebesar Rp 467 miliar dengan imbalan ijarah Rp 150 juta untuk setiap 1 miliar per tahun. Opsi call di ulang tahun ke 3 sehingga total sukuk sebesar Rp 760 miliar. Total obligasi konvesional dan sukuk secara keseluruhan sebesar Rp 2,2 triliun.
Bank Rp 320M, Asuransi Rp 961,5M, Dana Pensiun Rp 625,5M,Mgr Investasi Rp 20M, Korporasi/Institusi Rp 135M, Sekuritas/Sindikasi Rp 39,5M, Yayasan & lainnya Rp 94M, Perorangan Rp 4,5M
Penyerap Obligasi PLN Jumlah (Rp)
Bank
Asuransi
Dana Pensiun
Manager Investasi
Korporasi/Institusi
Sekuritas/Sindikasi
Yayasan & lainnya,
Perorangan
Dana Asuransi
Rp 320M
Rp 961,5M
Rp 625,5M
Rp 20M,
Rp 135M,
Rp 39,5M,
Rp 94M
Rp 4,5M
Rp Rp 961,5 M
Ris
Redam Gejolak, Pertamina Gandeng Exxon
JAKARTA---Pada saat pemerintah belum mampu memberikan kejelasan atas status ExxonMobil Indonesia di Blok Natuna D Alpha, Pertamina segera mengambil langkah aman. “PT Pertamina (Persero) siap berpatner dengan ExxonMobil Indonesia di Blok Natuna,” kata Direktur Utama Perseroan Ari Soemarno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/1).
Sikap terus-terang Direktur Utama Perseroan ini patut dipertanyakan. Apakah salah satu cara meredam kemauan ExxonMobil untuk tetap mengeksplorasi blok natuna. Ataukah Pertamina menilai kemampuan Exxon sungguh mumpuni?.
Padahal sebelumnya, pertamina terkesan sangat tertutup soal siapa mitra strategisnya di Natuna. Setelah resmi ditunjuk Pemerintah menjadi Operator Natuna D Alpha, Pertamina langsung mempercayakan konsultan, WoodMcKenzie untuk mencari mitra strategisnya. Selain Exxon, masih ada calon yang lainnya seperti Total Indonesie, Chevron, Shell, StatOil (Norwegia), Eni (Italia), Petronas (Malaysia), dan China National Petroleum Company (CNPC/China).
Selama ini, Pertamina enggan memberikan komentar dari sekian calon mitra, siapa yang paling strategis?. Namun, tepat di hari berakhirnya masa kontrak ExxonMobil di Natuna, hari ini (kemarin-red) 9 Januari 2008. Pertamina justru mengungkapkan kesediaannya apabila berpatner dengan Exxon. Pertamina siap berpartner dengan Exxon, karena dia termasuk yang di short listed.
Terkait dengan gandeng dengan pertamina. Vice President Communication Affairs Exxon Maman Budiman pernah berkata pihaknya tidak terlalu mempersoalkannya. Itu urusan pertamina.
Walaupun secara kontrak status Exxon sudah habis hari (kemarin-red) di Natuna, status Exxon bisa dibilang masih bernyawa. “Sebelum masa kontrak habis, kami (Exxon) sudah mengajukan plant of development (PoD) pengembangan Natuna kepada pemerintah, pada 30 Desember 2008. Sekarang kami masih menunggu jawaban pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo berkata pemerintah sudah menerima PoD dari Exxon untuk pengembangan Natuna. Namun, pemerintah belum melihatnya. Kami masih berpegangteguh pada keputusan sidang cabinet yang telah menterminate status Exxon di Natuna.
RIS
BNP, SNBC dan HSBC Siapkan Kredit US$ 225 J
JAKARTA---Proyek pengembangan kilang Balongan untuk produksi polypropelene tetapi dijadwalkan tahun ini juga. “Perseroan sudah mendapatkan komitmen pinjaman sebesar US$ 225 juta dari tiga perbankan asing seperti BNP Paribas, SNBC dam HSBC,” kata Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan kepada wartawan, Kamis (8/1).
Frederick menambahkan penandatangan kontrak kerjasama sudah dilakukan pada akhir Desember yang lalu. Untuk realiasinya akan diusahakan secepatnya.
Selain, rencana proyek ekspansi kilang Balongan, perseroan juga tengah merencanakan tender ulang proses konstruksi atau EPC pengembangan kilang cilacap.
Direktur Utama Perseroa Ari Soemarno berkata untuk EPC kilang Cilacap, sejauh ini sudah ada beberapa investor yang berminat. Diantaranya investor asal Jepang.
Selain pengembangan kilang, dalam tahun ini juga perseroan ingin merealisasikan keinginan perseroan menjadi perusahan public non listed. Semuanya sudah ada kemajuanya.
Ris
Status Exxon di Blok Natuna Masih Misteri
KPK Harus Selidiki Natuna
JAKARTA---Keputusan pemerintah menterminate kontrak PSC (production sharing contract) ExxonMobil Indonesia secara sepihak di blok Natuna D Alpha, masih menyisahkan misteri. Walaupun pemerintah sudah menterminate Exxon, MESDM telah mengumumkannya secara resmi pada 9 Januari 2007. Namun, per 30 Desember 2008 ExxonMobil Malah berani memasukan blok natuna D Alpha dalam program kerjanya di 2009 atau plant of development. “ExxonMobil Masil berhak di Natuna,” kata Vice President Communications Affairs ExxonMobil Indonesia Maman Budiman kepada wartawan, Kamis (8/1).
Maman Budiman, kami sudah melanjutkan PoD natuna D Alpha kepada kepala BP Migas dan ke Dirjen Migas. Namun hingga saat ini kami belum mendapatkan balasannya. Maman menjelaskan, kontrak pengembangan blok Natuna D Alpha pada 1995 mewajibkan ExxonMobil untuk mengajukan rencana pengembangan sebelum 9 Januari 2009. "Artinya kami sudah memenuhi kewajiban," ujarnya.
Ketika ditanya kenapa Exxon malah berani mengajukan PoD Natuna padahal kontrak Exxon sudah determinate oleh pemerintah. Maman Budiman menjawab sesuai kontrak PSC, Exxon masih berhak atas blok natuna hingga 9 Januari 2009. “Sebagai kontraktor tentunya kita masih menghargai kontrak. Posisi kita di Natuna D Alpha masih dalam kontrak. kita masih punya kewajiban ajukan PoD, hormati kontrak. kita berharap Natuna D alpha bisa dikembangkan,” tandas Maman.
Ketika ditanya apakah Exxon akan mengajukan persoalan ini ke arbitrase internasiona, apabila pemerintah tetap pada pendiriannya. Serta menolak PoD yang di ajukan Exxon, dengan demikian kontrak Exxon di Natuna habis. Maman berkata kita tidak ingin beranggapan begitu, lihat dulu perkembangannya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Purnomo Yusgiantoro berkata pemerintah masih berpegang teguh pada pendiriannya. “Kita sudah menterminate Exxon, hasil sidang cabinet tahun lalu telah memutuskan Exxon di terminate serta menunjuk PT Pertamina Persero mengkaji pengembangan Natuna dengan mencari mitra strategis. Keputusan itu teruskan dengan surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada PT Pertamina yang menugaskan pengelolaan Natuna kepada perusahaan plat merah tersebut.
Anggota Komisi VII DPR fraksi PDIP Zainal Arifin berkata kepada Indonesia Business Today pemerintah itu harus tegas. Jangan mengulur-ulur. “Kita harus berani dalam mengambil sebuah keputusan,” tandasnya.
Disoal mengenai sikap Exxon, hingga saat ini Exxon belum menyerahkan semua data terkait Natuna. Exxon masih beranggapan stausnya masih aktif di Natuna. Zainal berpendapat disinilah letak keberanian pemerintah. Apakah kita mampu mengambil semua data tersebut, atau malah kita ikut mengulur waktu.
Tetap Cari Patner
Walaupun status kepemilikan blok natuna masih misteri, hingga saat ini pertamina tetap menjalankan proses beauty contest mencari mitra strategisnya di Natuna. Bahkan pertamina sendiri sudah menunjuk sebuah konsultan, WoodMcKenzie. Saat ini Pertamina juga telah menggelar tender terbatas untuk mencari mitra strategis untuk menggarap Natuna. Delapan perusahaan yang dinilai layak telah dinyatakan masuk tahap kedua, yakni ExxonMobil, Total Indonesie, Chevron, Shell, StatOil (Norwegia), Eni Spa (Italia), Petronas, dan China National Petroleum Company (CNPC).
Kenekatan pertamina membuka tender mitra strategis di natuna bisa dipertanyakan. Pertamina berani membuka tender padahal masih ada beberapa urusan penting belum selesai. Status kepimilikan belum jelas, masih ada data yang di tahan Exxon, serta belum selesainya pembahasan term and conditions dengan pemerintah.
Terkait dengan persoalan term dan conditions atau (TC) blok natuna D Alpha, Direktur Hulu Pertamina Karen Agustiawan berkata minggu depan kami sudah menjadwalkan untuk bersama pemerintah membahas term and conditions. Pembahasan meliputi status hukum dan besaran bagi hasil atau split yang diperoleh perseroan dari produksi blok tersebut.
Soal hasil term and conditionsnya masih belum bisa kita ekspose. Tidak bagus kalau wartawan yang tahu duluan daripada pemerintah dan ke delapan calon mitra kami di Natuna.
KPK Selidiki Siapa Yang Buat Kontrak Natuna
Anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PAN Alvien Lie ketika dihubungi Indonesia Business Today, Kamis (8/1) berkata kondisi kontrak PSC natuna dengan exxon sangat tidak adil. “Kontrak bagi hasil dimana exxonmobil medapatkan bagian hingga 100 persen sementara pemerintah hanya 0 persen,” kata Alvien Lie.
Tambahnya, karena itu kami sangat berharap agar Komisi pemberantasan korupsi (KPK) dapat mengusut dan menangkap siapa yang melakukan nego dan tandatangan kontrak blok natuna D Alpha dengan ExxonMobil.
Katanya lagi, kasus blok natuna adalah bukti kelemahan system kontrak karya. Dimana kedudukan pemerintah dengan kontraktor sama drajatnya. Sehingga begitu ada masalah investor bebas mengajukannya ke arbitrase internasional (AI). Karena itu jika pemerintah tidak tegas laksanakan pencabutan hak Exxon, SBY dan JK akan hadapi “pengadilan public” di dalam negeri.
Lika-liku ExxonMobil di Natuna
9 Januari 2007
30 Januari 2007
06 Februari 2008
4 Juni 2008
16 November
30 Desember 2009
9 Januari 2009
Kontrak Exxon di terminate, permen esdm no.040/2206
Pemerintah meminta Exxon mengembalikan semua data terkait Natuna
Wapres Jusuf Kalla tegaskan Pertamina mendapatkan kesempatan pertama mengelola blok Natuna D Alpha sesuai dengan UU No.22/2001 tentang migas.
Pemerintah resmi menunjuk Pertamina sebagai operator setelah mendapatkan surat dari Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro beregister ESDM No. 3588/11/ MEM/2008 pada 1 Juni 2008.
Pertamina mengumumkan delapan perusahaan yang masuk daftar pendek yaitu ExxonMobil Corp, Total SA, Chevron Corp, StatOil, Royal Dutch/Shell, China National Petroleum Corp. Petronas, dan Eni SpA.
ExxonMobil kembali mengajukan PoD blok Natuna D Alpha dalam program kerja 2009, Pemerintah belum meresponsnya
Kontrak Exxon baru berakhir
RIS
Teman SBY Jadi Komut Pertamina
Sehari setelah Direktur Utama PT pertamina persero, Ari Soemarno, menyatakan siap kalau dicopot dari kursi empuknya. Dimana pernyataan sang bos hampir diberitakan oleh semua media di ibu kota. Hari ini (kemarin-red) kolom media kembali mendapatkan warna baru di pertamina persero. Mantan Kapolri Jenderal Sutanto, teman dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di pilih pemerintah untuk menduduki kursi Komisaris Utama (komut) perusahan plat merah ini.
Sutanto hadir ditengah beragam masalah serius yang tengah di hadapi pertamina persero. Sebut saja kasus kelangkaan Bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji yang hingga saat ini boleh dibilang belum pulih seratus persen.
Setelah dilantik menjadi komut pertamina oleh kementrian BUMN yang diwakili Sektretaris Menneg BUMN, Mohamad Saididu, rekan seangkatan SBY ini selalu menebar senyum ke wartawan yang hadir. Setelah acara pelantikan dia pun berjanji akan memprioritas penyelesaian masalah kelangkaan BBM yang tengah terjadi seperti yang diinginkan pemerintah. “Sebagai program utama, seperti yang diminta pemerintah saya akan mengupayakan agar kasus kelangkaan BBM segera di atasi. Tidak akan ada lagi kasus serupa di masa yang akan datang,” katanya kepada wartawan.
Kehadiran Sutanto menjadi Komut Pertamina, sebagai pengganti mantan Jenderal Endriartono Sutarto, yang sudah mengundurkan diri sejak beberapa bulan yang lalu. Sangat diluar dugaan. Tidak satu pun wartawan yang memperkirakan mantan orang nomor satu di tubuh polri ini, teman seangkatan SBY bakal jadi komut pertamina.
Sementara itu, ketika wartawan menanyai Sutanto apa tanggapannya terkait merebabnya isu, Direktur Utama Pertamina Persero Ari Seomarno bakal di copot. Sutanto enggan berkomentar. ,”Saya belum berani berkomentar soal ini,” katanya.
Pergantian Endriartono Sutarto sebagai Komut pertamina belum diikuti pergantian anggota komisaris Pertamina yang lainnya. Seperti Umar Said, dan Maeza Rahman. Akankah isu pencopotan Dirut Pertamina, Ari Soemarno, dari kursi empuknya jadi kenyataan?..
Komisi VII DPR RI yang membawahi bidang Energi tidak terlalu berkomentar banyak soal penunjukan Sutanto. Anggota DPR Komisi VII Fraksi PDIP Zainal Arifin berkata penunjukan Sutanto tidak akan membawah perubahan banyak dalam tubuh pertamina. “Sangat sulit kalau berharap kasus kelangkaan BBM seperti yang sedang terjadi segera di atasi. Kalau perubahannya tidak di mulai dari pemerintahnya sendiri,” kata Zainal.
Segenap direksi pertamina sendiri menyatakan siap untuk bekerja sama dengan Komut ini. Mereka pun tidak keberataan soal penunjuakan Sutanto jadi kapolri.
Karir Suntanto sendiri bisa dibilang nol soal seluk beluk pertamina. Latarbelakang nya yang seorang anggota kepolisian memang sangat diuji ketika dia harus berjibaku dengan berbagai persoalan yang tengah di hadapi pertamina.
Sutanto, yang pernah memengang kemudi strategis di kepolisian, sebagai kapolri ini memulai karirnya dari daerah-daerah. Pernah menjadi kapolres, kapolda dan terakhir jadi kapolri. Sutanto lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950 yang lalu.
Karir Sutanto dimulai tahun 1978 ketika menjadi Kapolsek Metro Kebayoran Lama. Dua tahun setelah itu, ia menjadi Kapolsek Metro Kebayoran Baru. Karirnya terus naik hingga menjadi Kapolres Sumenep, Jawa Timur, Kapolres Sidoarjo, Jawa Timur dan Waka Polda Metro Jaya. Pada tahun 2000 ia diangkat menjadi Kapolda Sumut, dan pada tahun yang sama dipindah menjadi Kapolda Jatim. Ia hampir tiga tahun nangkring menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Terakhir Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional.
Pria lulusan terbaik Akabri Kepolisian tahun 1973 ini mengaku akan mengevaluasi semua kinerja Pertamina hingga saat ini. Ia berharap, kinerja yang tidak memuaskan seperti halnya kelangkaan BBM tidak terjadi lagi di masa mendatang. Ia juga menargetkan kinerja Pertamina ke depan harus semakin baik. Terutama menghadapi pesaingnya, yaitu perusahaan minyak dari luar negeri. Apalagi, Pertamina merupakan BUMN yang strategis dan menjadi tulang punggung negara.
RIs
PCC di Bangun Dekat Tangguh
Untuk memanfaatkan sisa gas tangguh, pemerintah berencana membangun Pusat pengolahan bahan-bahan kimia di dekat lapangan tangguh. “ini akan mendapat bagian pasokan gas dari sisa produksi Tangguh yang belum terjual,” kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/1).
Petro Chemical Center (PCC) akan memanfaatkan gas tangguh. Dari total cadangan gas tangguh sebesar 14,4 triliun kaki kubik (triliun cubic feet/tcf) untuk Train I dan II dialokasikan 11,2 tcf, sisanya 2,7 tcf untuk dikembangkan lebih lanjut, salah satunya untuk Petro Chemical Center yang akan didirikan di dekat Tangguh.
Evita Legowo melanjutkan pemerintah sendan mempertimbangkan opsi penyaluran sisa gas tangguh. Ada beberapa opsi yang sedang dalam pembahasan. Pertama dialokasikan untuk menyuplai gas, untuk keperluan Perusahaan Gas Negara (PGN). PGN pernah mengungkapkan sangat mendambahkan pasokan gas dari tangguh.
Perusahaan pupuk iskandar mudah (PT PIM), melalui Technical and Development Director PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM) Lilik Djadjuli berkata pihaknya amat mengharapkan dapat gas dari lapangan tangguh. Hal ini agar kedua pabrik pupuk milik kami dapat beroperasi semuanya.
Direktur Migas sendiri menyakinkan kalau sisa gas Tangguh kemungkinan akan di pasok untuk membantu produksi perusahan pupuk nasional. Misalnya untuk PT PIM.
RIS
Kontrak Rio Tinta Segera Rampung
JAKARTA---Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral terus menggenjot semua proses demi merampungkan kontrak PT Rio Tinto di Sulawesi. “Semuanya sedang dalam proses,” kata Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan kepada wartawan, Rabu (7/1).
Katanya sebenarnya geliat investasi pertambangan di Indonesia sudah bagus. Kalau semua perusahaan yang lama terus mempertahankan usahanya, itu sudah bisa memberikan pendapatan yang banyak untuk Negara.
“Sekarang ini, sulit kita temukan ada lokasi tambang baru. Yang ada hanyalah tambang-tambang lama. Karena itu apabila investor existing mampu meningkatkan kinerjanya, akan membantu banyak,” kata Bambang Setiawan.
Katanya lagi semangat undang-undang minerba tidak mengkesampingkan kedatangan investor baru. Pasca UU ini disahkan banyak sekali investor yang ingin masuk.
Sementara itu, Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono berkata secara umum UU Minerba telah memberikan kepastian hukum kepada investor. Terkait adanya isu kalau banyak investor besar menolak beberapa pasal terkait adanya pembatasan wilayah tambang. Adi berpendapat sebenarnya pembatasan wilayah tambang bukan menjadi masalah bagi investor besar.
“Pembatasan wilayah tambang tidak masalah, karena tidak ada gunanya mempunyai wilayah yang luas padahal perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan eksplorasi,” kata Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono.
Seperti diketahui, dalam UU Minerba telah diatur soal pembatasan wilayah pertambangan. Pasal tentang ketentuan wilayah pada pertambangan mineral logam dan non logam. Pada pasal 52 ayat (1) pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral logam diberi wilayah paling sedikit 5.000 hektare dan paling banyak 100.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Untuk pertambangan Mineral bukan logam. Pada pasal 55 ayat (1) pemegang IUP Mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 500 hektare dan paling banyak 25.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral bukan logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Freeport sendiri melalui Juru Bicaranya Mindo Pangaribuan pernah berkata Freeport tidak akan mempersoalkan isi UU Minerba yang baru. Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan pernah mengatakan, perusahaan akan mematuhi kontrak karena pemerintah secara konsisten juga telah mengindikasikan akan menghormati semua kontrak yang berlaku.
Jika Freeport dan Newmont sudah sudah menyatakan siap mematuhi isi UU Minerba. Bagaimana dengan Rio Tinto Indonesia?. Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan, Rabu (7/1) berkata saya kira rencana wilayah tambang Rio Tinto tidak akan dikurangi. “Wilayah tambang Nikel milik Rio Tinto di Sulawesi masih kurang dari batas atas sekitar 100.000 hektare. Hanya sekitar 72 juta hectare,” kata Bambang Setiawan.
Ris
Kontrak Rio Tinta Segera Rampung
JAKARTA---Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral terus menggenjot semua proses demi merampungkan kontrak PT Rio Tinto di Sulawesi. “Semuanya sedang dalam proses,” kata Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan kepada wartawan, Rabu (7/1).
Katanya sebenarnya geliat investasi pertambangan di Indonesia sudah bagus. Kalau semua perusahaan yang lama terus mempertahankan usahanya, itu sudah bisa memberikan pendapatan yang banyak untuk Negara.
“Sekarang ini, sulit kita temukan ada lokasi tambang baru. Yang ada hanyalah tambang-tambang lama. Karena itu apabila investor existing mampu meningkatkan kinerjanya, akan membantu banyak,” kata Bambang Setiawan.
Katanya lagi semangat undang-undang minerba tidak mengkesampingkan kedatangan investor baru. Pasca UU ini disahkan banyak sekali investor yang ingin masuk.
Sementara itu, Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono berkata secara umum UU Minerba telah memberikan kepastian hukum kepada investor. Terkait adanya isu kalau banyak investor besar menolak beberapa pasal terkait adanya pembatasan wilayah tambang. Adi berpendapat sebenarnya pembatasan wilayah tambang bukan menjadi masalah bagi investor besar.
“Pembatasan wilayah tambang tidak masalah, karena tidak ada gunanya mempunyai wilayah yang luas padahal perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan eksplorasi,” kata Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono.
Seperti diketahui, dalam UU Minerba telah diatur soal pembatasan wilayah pertambangan. Pasal tentang ketentuan wilayah pada pertambangan mineral logam dan non logam. Pada pasal 52 ayat (1) pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral logam diberi wilayah paling sedikit 5.000 hektare dan paling banyak 100.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Untuk pertambangan Mineral bukan logam. Pada pasal 55 ayat (1) pemegang IUP Mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 500 hektare dan paling banyak 25.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral bukan logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Freeport sendiri melalui Juru Bicaranya Mindo Pangaribuan pernah berkata Freeport tidak akan mempersoalkan isi UU Minerba yang baru. Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan pernah mengatakan, perusahaan akan mematuhi kontrak karena pemerintah secara konsisten juga telah mengindikasikan akan menghormati semua kontrak yang berlaku.
Jika Freeport dan Newmont sudah sudah menyatakan siap mematuhi isi UU Minerba. Bagaimana dengan Rio Tinto Indonesia?. Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan, Rabu (7/1) berkata saya kira rencana wilayah tambang Rio Tinto tidak akan dikurangi. “Wilayah tambang Nikel milik Rio Tinto di Sulawesi masih kurang dari batas atas sekitar 100.000 hektare. Hanya sekitar 72 juta hectare,” kata Bambang Setiawan.
Ris
Kontrak Rio Tinta Segera Rampung
JAKARTA---Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral terus menggenjot semua proses demi merampungkan kontrak PT Rio Tinto di Sulawesi. “Semuanya sedang dalam proses,” kata Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan kepada wartawan, Rabu (7/1).
Katanya sebenarnya geliat investasi pertambangan di Indonesia sudah bagus. Kalau semua perusahaan yang lama terus mempertahankan usahanya, itu sudah bisa memberikan pendapatan yang banyak untuk Negara.
“Sekarang ini, sulit kita temukan ada lokasi tambang baru. Yang ada hanyalah tambang-tambang lama. Karena itu apabila investor existing mampu meningkatkan kinerjanya, akan membantu banyak,” kata Bambang Setiawan.
Katanya lagi semangat undang-undang minerba tidak mengkesampingkan kedatangan investor baru. Pasca UU ini disahkan banyak sekali investor yang ingin masuk.
Sementara itu, Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono berkata secara umum UU Minerba telah memberikan kepastian hukum kepada investor. Terkait adanya isu kalau banyak investor besar menolak beberapa pasal terkait adanya pembatasan wilayah tambang. Adi berpendapat sebenarnya pembatasan wilayah tambang bukan menjadi masalah bagi investor besar.
“Pembatasan wilayah tambang tidak masalah, karena tidak ada gunanya mempunyai wilayah yang luas padahal perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan eksplorasi,” kata Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono.
Seperti diketahui, dalam UU Minerba telah diatur soal pembatasan wilayah pertambangan. Pasal tentang ketentuan wilayah pada pertambangan mineral logam dan non logam. Pada pasal 52 ayat (1) pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral logam diberi wilayah paling sedikit 5.000 hektare dan paling banyak 100.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Untuk pertambangan Mineral bukan logam. Pada pasal 55 ayat (1) pemegang IUP Mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 500 hektare dan paling banyak 25.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral bukan logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Freeport sendiri melalui Juru Bicaranya Mindo Pangaribuan pernah berkata Freeport tidak akan mempersoalkan isi UU Minerba yang baru. Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan pernah mengatakan, perusahaan akan mematuhi kontrak karena pemerintah secara konsisten juga telah mengindikasikan akan menghormati semua kontrak yang berlaku.
Jika Freeport dan Newmont sudah sudah menyatakan siap mematuhi isi UU Minerba. Bagaimana dengan Rio Tinto Indonesia?. Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan, Rabu (7/1) berkata saya kira rencana wilayah tambang Rio Tinto tidak akan dikurangi. “Wilayah tambang Nikel milik Rio Tinto di Sulawesi masih kurang dari batas atas sekitar 100.000 hektare. Hanya sekitar 72 juta hectare,” kata Bambang Setiawan.
Ris
Kontrak Rio Tinta Segera Rampung
JAKARTA---Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral terus menggenjot semua proses demi merampungkan kontrak PT Rio Tinto di Sulawesi. “Semuanya sedang dalam proses,” kata Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan kepada wartawan, Rabu (7/1).
Katanya sebenarnya geliat investasi pertambangan di Indonesia sudah bagus. Kalau semua perusahaan yang lama terus mempertahankan usahanya, itu sudah bisa memberikan pendapatan yang banyak untuk Negara.
“Sekarang ini, sulit kita temukan ada lokasi tambang baru. Yang ada hanyalah tambang-tambang lama. Karena itu apabila investor existing mampu meningkatkan kinerjanya, akan membantu banyak,” kata Bambang Setiawan.
Katanya lagi semangat undang-undang minerba tidak mengkesampingkan kedatangan investor baru. Pasca UU ini disahkan banyak sekali investor yang ingin masuk.
Sementara itu, Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono berkata secara umum UU Minerba telah memberikan kepastian hukum kepada investor. Terkait adanya isu kalau banyak investor besar menolak beberapa pasal terkait adanya pembatasan wilayah tambang. Adi berpendapat sebenarnya pembatasan wilayah tambang bukan menjadi masalah bagi investor besar.
“Pembatasan wilayah tambang tidak masalah, karena tidak ada gunanya mempunyai wilayah yang luas padahal perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan eksplorasi,” kata Direktur Eksplorasi Newmont Sulawesi Adi Maryono.
Seperti diketahui, dalam UU Minerba telah diatur soal pembatasan wilayah pertambangan. Pasal tentang ketentuan wilayah pada pertambangan mineral logam dan non logam. Pada pasal 52 ayat (1) pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral logam diberi wilayah paling sedikit 5.000 hektare dan paling banyak 100.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Untuk pertambangan Mineral bukan logam. Pada pasal 55 ayat (1) pemegang IUP Mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 500 hektare dan paling banyak 25.000 hektare. Ayat (2) pada wilayah yang telah diberikan IUP eksplorasi mineral bukan logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk pengusahaan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.
Freeport sendiri melalui Juru Bicaranya Mindo Pangaribuan pernah berkata Freeport tidak akan mempersoalkan isi UU Minerba yang baru. Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan pernah mengatakan, perusahaan akan mematuhi kontrak karena pemerintah secara konsisten juga telah mengindikasikan akan menghormati semua kontrak yang berlaku.
Jika Freeport dan Newmont sudah sudah menyatakan siap mematuhi isi UU Minerba. Bagaimana dengan Rio Tinto Indonesia?. Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan, Rabu (7/1) berkata saya kira rencana wilayah tambang Rio Tinto tidak akan dikurangi. “Wilayah tambang Nikel milik Rio Tinto di Sulawesi masih kurang dari batas atas sekitar 100.000 hektare. Hanya sekitar 72 juta hectare,” kata Bambang Setiawan.
Ris
AKR, Shell, dan Petronas Layak Nutupi Kelemahan Pertamina
Ari Siap Dicopot
JAKARTA---Ketegasan pemerintah melalui badan pelaksana kegiatan usaha hilir migas (PBH Migas) untuk segera mengatasi kasus kelangkaan Bahan bakar minyak (BBM) sebentar lagi bakal mengikis dominasi Pertamina dalam pendistribusian BBM bersubsidi. “Kelangkaan banyak terjadi karena lemahnya sistem pendistribusian perseroan. Badan usaha lain yang siap di luar Aneka Kimia Raya (AKR Corporations Tbk) adalah Shell dan Petronas,” kata Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio kepada Indonesia Business Today di Jakarta, Rabu (7/1).
Jugi Prajogio berpendapat sesuai keputusan tentang penugasan Public Service Obligation (PSO), dimana sanksi akan diterapkan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. Untuk kasus ini BPH Migas segera memberikan teguran tertulis.
Selain memberikan sanksi berupa teguran. BPH Migas berpendapat kelangkaan ini sebagai indikator kalau performance awal pertamina sebagai pemeran PSO di 2009 buruk. Mengantisipasi kejadian ini terus berlanjut BPH Migas sedang mempertimbangkan bakal menunjuk badan usaha lain, membantu pertamina dalam menjalankan PSO.
Secara terpisah penjabat BPH Migas yang lainnya, Ibrahim Hasyim, berkata kepada Indonesia Business Today menurut peraturan memang dimungkinkan ada badan usaha lain bisa berpatner dengan pertamina. Jika dalam perjalanannya, pertamina dapat kesulitan. Namun yang harus kita perhatikan persoalan apa yang terjadi.
Ibrahim Hasyim melanjutkan BPH Migas bakal menunjuk badan usaha lain sesuai kebutuhannya. Mungkin saja akan menunjuak AKR, atau pun Shell dan Petronas. Tetapi intinya kita harus mengerti dulu kesulitan apa yang tengah dialami pertamina sekarang. Kalau melihat situasi yang terjadi sekarang dimana ada kesalahan sistem saya kira akan sulit untuk menemukan siapa yang siap di luar pertamina.
Kalau persoalannya terletak pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), bisa saja Shell dan Petronas yang berpeluang masuk. Dari sekian badan usaha yang ada hanya Shell dan Petronas yang punya peluang untuk masuk, mereka sudah mempunyai SPBU walaupun penyebarannya belum merata.
Sementara kalau permasalahannya terletak pada ketersediaan tempat penampungan dan pendistribusian bisa saja AKR yang masuk. Namun satu hal yang harus dimengerti sebagian besar badan usaha yang ada sekarang hanya berbisnis pada penjualan serta penampungan solar. fasilitas mereka hanya kerbisar pada tank penampungan solar.
"Sekarang ini kami (BPH Migas) hadapi kesulitan. Kami telah memilih badan usaha, pertamina, untuk jalankan PSO. padahal fasilitas distribusi perusahaan yang kami anggap paling mampu tengah hadapi kesulitan. sayangnya kami belum menemukan badan usaha lain untuk menutupi kelemahan ini," ketus Ibrahim Hasyim.
AKR Tbk, Shell Siap
Direktur PT AKR Tbk Bambang Sutiono kepada Indonesia Business Today berkata pihaknya sangat bersedia apabila di tunjuk jalankan PSO bersama pertamina. “AKR Tbk sudah mempresentasikan kepada BPH migas tentang kesiapan fasilitas kami. BPH migas juga sudah melakukan verifikasi di lapangan mengenai fasilitas yang kita miliki. Arena PSO bersifat penugasan, karena itu kami kembalikan ke BPH migas,” ketusnya.
Sebelumnya Vice President Director, Business Development PT Shell Indonesia, Wally Saleh, pernah menyatakan kesediaannya menjalankan tugas apabila di percaya pemerintah. Sayangnya, reporter belum berhasil menemui perwakilan direksi petronas untuk mengkonfirmasi kesiapan mereka jalankan PSO bersama pertamina.
Ari Soemarno Siap Lengser
Karier Arie Soemarno di perusahan plat merah ini boleh dibilang sangat bagus. Beberapa kali isu pencopotan menerpa dirinya, namunya tak satu pun jadi kenyataan. Padahal beliau berulang kali menyatakan siap apabila dicopot dari Direktur Utama. Apakah pemerintah memang punya ikatan yang kurat dengan Ari?
Ari Soemarno, tampaknya gerah juga dibilang biang kelangkaan BBM. Isu pencopotan atas dirinya langsung di tanggapinya, “saya siap di copot,” ketusnya. Semuanya tergantung pada pemerintah sebagai pemegang saham.
Sayangnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( Menneg BUMN) belum juga merespon banyaknya tuntutan agar Ari Soemarno di copot. Masih belum hilang dari ingatan kita, pada masa akhir tahun 2008, isu pencopotan Ari Soemarno pernah datang. Kasus impor Zatapi, yang dianggap berpotensi merugikan negara serta kelangkaan gas elpiji adalah dua kasus penting yang sempat menyeret Ari dari kursi Direktur Utama Pertamina Persero.
Sebelumnya Sektertaris Kementrian BUMN Saididu berkata pemerintah tidak akan gegabah mengambil keputusan. Pemerintah tidak akan serta-merta mencopot Ari Soermarno. “Kenapa selalu dikaitkan dengan pergantian direksi kalau ada keterlambatan pasolan BBM. Tidak ada wacana pergantian direksi pertamina,” katanya.
Fasilitas Milik AKR Tbk, Shell, dan Petronas
Hingga saat ini Badan usaha yang memiliki SPBU hanya ada dua Shell sebanyak 23 SPBU dan Petronas sekitar 15 SPBU. Sementara PT AKR Tbk hanya memiliki sarana pendistribusian dan juga tempat penampungan.
Adapun Fasilitas Milik AKR
No Infrstruktur Jumlah terletak
1
Sarana pendistribusian BBM darat 155 unit Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi
2 Floating storage, tempat penampungan BBM 5 unit Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
3 Kapal Mini Tanker 1 unit
By; RIS
PIM Dapat Gas Produksi Urea Jadi 245 J Ton 2009
JAKARTA----Kelangkaan pupuk yang sering terjadi belakangan ini bakal teratasi seiring bakal pulihnya pasokan gas ke Perusahaan Pupuk Iskandar Mudah. "Selama 2009 PIM bakal dapat pasokan gas sebanyak 9 kargo. Sekitar 75 persen dari total kebutuhan 12 kargo untuk mengoperasikan dua pabrik PIM. Dengan demikian kapasitas produksi urea pun meningkat dari sebelumny hanya 200.000 menjadi 245.000 di 2009.
Direktur Komunikasi PT PIM Suhatsyah kepada wartawan, senin (5/1) berkata kami masih menunggu kapan gas nya benar-benar di pasok. Pasokan sembilan kargo adalah sesuai dengan arahan Wakil Presiden beberapa bulan yang lalu.
Dengan dipasoknya gas sebanyak sembilan kargo akan sangat membantu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pupuk ini untuk segera berkontribusi dalam menutupi kelangkaan pupuk yang sering terjadi belakangan ini. PT PIM sendiri seutuhnya memproduksi pupuk urea sebanyak 260 juta ton per tahun.
Sekretaris Perusahaan PIM, Usman Mahmud berkata apabila di 2009 PIM berhasil dapatkan gas yang banyak maka dipastikan produksi urea akan meningkat menjadi 245.000 ton dari sebelumnya hanya 200.000 per tahun.
Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) , Djoko Harsono, mengatakan pasokan gas sebanyak sembilan kargo akan mulai dikirim pekan ini dari lapangan gas Bontang lewat mekanisme swap atau pengalihan.
Djoko menambahkan rencana suntikan gas sebanyak sembilan akan direalisasikan melalui dua tahap. Enam kargo akan dikirim untuk Pabrik PIM 2, sedangkan tiga kargo sisanya dikirim Juli 2009 untuk PIM 1.
Tambahnya kepastian pasokan gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda ini telah sesuai target yang diberikan pemerintah, yakni sebelum 15 Januari 2009. Sedangkan gas untuk Korea, kata dia, rencananya akan dibeli dari penjual yang memiliki gas murah atau kawasan Timur Tengah.
Kepala Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas, R. Priyono, berkata pasokan gas sebanyak sembilan kargo bersumber dari LNG Bontang yang selama ini dikirim ke Korea. Namun, karena saat ini terjadi masalah kelangkaan pupuk, maka diperlukan langkah untuk memprioritaskan pasokan gas untuk pabrik pupuk dalam negeri.
Sebelumnya Humas PT PIM T Suhatsyah berkata PT PIM sudah tidak berproduksi lagi. Terhitung tanggal 27 November kemarin, perusahaan Pupuk Iskandar Mudah malah sudah berhenti beroperasi. Pemberhentian operasi ini akan berlangsung kemungkinan hingga Maret atau April 2009.
Suhatsyah menambahkan selama ini PT PIM Praktis hanya beroperasi selama enam bulan. Dari dua pabrik pupuknya, hanya ada satu pabrik yang beroperasi itu pun hanya enam bulan. Adapun yang menjadi persoalan adalah kekurangan gas. Kami hanya mendapatkan gas sebanyak tiga kargo dari Bontang. Padahal untuk mengaktifkan kedua pabrik kami harus mendapatkan suplai gas sebanyak 12 kargo per tahun. Kontrak gas dari Bontang sudah berakhir tanggal 27 kemarin, praktis kami berhenti beroperasi menanti kontrak baru.
Selain mengandalkan pasokan gas dari LNG Bontang. PIM juga berharap pada keseriusan pemerintah mengutamakan pasokan gas domestik, memperoleh jatah dari LNG Tangguh. Seperti diketahui pemerintah sudah membukakan pintu lebar-lebar bagi konsumen gas domestik untuk mendapatkan gas dari Tangguh.
Technical and Development Director PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM) Lilik Djadjuli sebelumnya berkata pihaknya siap menampung besaran gas tangguh. Bahkan PT PIM sudah mengajukan proposal untuk mendapatkan gas tangguh kepada BP Migas.
Semetara terkait dengan harga yang ditawarkan pemerintah, dimana sebelumnya menteri ESDM berkata kalau rata-rata kontrak jual gas tangguh adalah US$ 7 per MMbtu hingga US$ 8 per MMbtu. Lilik berkomentar persoalan harga dan volume masih bisa dinegosikan, sekarang yang terpenting gas nya ada dulu, serta volume tersedia berapa.
BY;Ris
Medco, Chevron dan Total Indonesie
Urusan Kontrak Medco, Total, dan Chevron Selesai Tahun Ini
JAKARTA----Pemerintah kembali menjanjikan akan merampungkan kontrak perpanjangan dua Blok Migas, Medco E&P di Blok A, Nanggruh Aceh Darussalam, Total Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Serta rencana ekspansi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di blok Duri area 13.
Kepala BP Migas Raden R Priyono kepada wartawan, Senin (5/1) berkata walaupun harga minyak dunia anjlok tetapi geliat investasi migas masih tumbuh. Awal tahun ini pemerintah akan merampungkan urusan kontrak perpanjangan kedua blok tersebut.
"Semua KKKS masih berkomitmen meningkatkan rencana eksplorasi. Beberapa KKKS sedang ajukan perpanjangan kontrak termasuk Total Indonesie yang harus kita bahas tahun ini. Banyak lapangan yang belum dioperasikan secara maksimal,” ketusnya.
Perpanjangan kontrak Total Indonesie dan Medco harus selesai tahun ini. Pembahasan perpanjangan kontrak kedua KKKS tersebut sudah dimulai tahun kemarin 2008. Semuanya sudah ada perkembangan namun masih terus dibahas bersana Dirjen migas.
Sebelumnya Executive Vice President Exploration & Production Total Indonesia Christophe de Margerie telah mengajukan perpanjangan kontrak eksplorasi untuk blok mahakam ke pemerintah, melalui BP Migas.
Total menilai bahwa cadangan migas blok mahakam masih sangat potensial. Karena itu, walaupun Total masih memiliki tenggat waktu yang lama sebelum masa kontrak pertama selesai, total sudah tidak sabar lagi mendapatkan tandatangan pemerintah untuk masa kontrak lanjutan. Total menilai potensi cadangan gas blok itu dapat diproduksikan hingga 20 tahun ke depan.
Kontrak perusahaan migas asal Perancis ini di blok Mahakam seutuhnya masih berakhir hingga 2017. Namun, melihat kandungan gas di blok ini yang cukup bagus, Total pun tidak ingin melepaskan kepemilikannya di Mahakam.
Selain perpanjangan kontrak Total Indonesie. BP Migas di tahun ini juga bakal merampungkan rencana ekspansi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di blok Duri Area 13. Bahkan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, pernah berkata setelah berhasil melakukan produksi pertama blok north duri area 12. Kini Chevron sedang melakukan konstruksi untuk eksplorasi pengembangan North Duri area 13. Untuk merealisasikan proyek ini CPI telah menyiapkan US$ 1,5 miliar.
Pihak CPI sendiri belum pernah terus terang soal rencana ekspansi pada blok duri area 13. Juru Bicara Chevron Santi Manuhutu pernah menuturkan setidaknya untuk saat ini kami (Chevron Pasific Indonesia) belum bisa beri komentar terkait perkembangan eksplorasi blok north duri area 13 karena semuanya masih dalam pembahasan.
Bor 16 Sumur Medco E&P Siap US$ 15 Juta
Pihak Medco E&P masih menanti kabar gembira dari pemerintah terkait penyelesaian urusan kontrak perpanjangan Blok A di Nanggruh Aceh Darussalam. Sementara urusan Blok A belum selesai Medco telah menyiapkan total dana hingga US$ 15 Juta untuk rencana eksplorasi pada 16 sumur di luar blok A. “Untuk Blok A Medco sudah menyiapkannya sendiri,” kata President Direktur Medco E&P Budi Basuki kepada wartawan, Senin (5/12).
Budi Basuki menambahkan sumurnya sudah di bor tinggal injeksinya saja. Kerjaan pertama tahun ini menseting semuanya, tapi injeksinya baru pada kuartal ketika dan ke empat. Sayangnya beliau mengaku lupa sumur-sumur dimana saja yang di genjot pengerjaannya tahun ini.
Untuk pengerjaan eksplorasi Blok A, Budi Basuki menuturkan pengerjaannya masih on target. Mulai berproduksi pada 2011. “Sudah ada kata sepakat terkait berapa bagi hasilnya atau split dengan pemerintah. “ Splitnya sudah sepakat 65:35. Pemerintah 65 persen dan Medco 35 persen,” tandasnya.
Lanjutnya produksi gasnya nanti disalurkan ke PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM). Volume kontrak dengan PIM sebesar 110 juta kaki kubik (MMSCFD). Akan dialirkan mulai 2011. Selain untuk PT PIM sisanya akan di alirkan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.
BY;Ris
PPNS Selidiki Penyebab Kelangkaan Premium
JAKARTA---Aksi saling menyalahkan seperti yang terjadi antara Pertamina Persero, selaku penyedia dan pendistribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan pengusaha stasiun pengisian bahan umum (SPBU) dimungkinkan bakal terus berlanjut. Karena itu, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) segera mengambil langkah tegas. Dalam waktu dekat pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera menerjunkan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Bidang Migas untuk menyelidiki apa penyebab kelangkaan.
Seperti diketahui beragam versi berdatangan menanggapi kasus kelangkaan premium yang sedang terjadi. Corporate Secretari Pertamina persero Toharso sebelumnya berkata ada indikasi pengusaha SPBU sengaja menunda pembelian BBM sebelum akhir tahun. Mereka khawatir harga BBM pada awal tahun turun.
Sementara itu, pengusaha SPBU, melalui ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Mohamad Nur Adib berkata pertamina keliru dalam menerapkan system pembayaran online baru. Yang menggantikan system Manual. Seharusnya ada tenggat waktu penyesuaian.
Sadar akan situasi yang tengah terjadi, pemerintah pun segera menurunkan tim penyidik swasta. BPH Migas diminta menerjunkan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bidang Migas sebagai langkah mengatasi kelangkaan BBM.
Kelangkaan premium yang tengah terjadi sampai juga di telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden pun amat menyanyangkan alasan libur panjang sebagai penyebab kelangkaan. Sebagai perusahaan pemerintah seharusnya tidak ada kata libur.
Presiden berpendapat seharusnya seluruh jajaran pemerintah apalagi yang bertugas melayani masyarakat secara langsung harus siap dan berjaga setiap saat. Sehingga bisa merespons seandainya ada kejadian yang tidak terduga.
Masih Ada Yang Kosong Premium
Hingga saat ini, meskipun Pertamina berjanji kepada masyarakat pasokan BBM ke SPBU sudah aman. Tetapi kondisi ril di lapangan masih berbeda. Sekitar wilayah Jabodetabek masih saja terlihat satu dua SPBU yang kekosongan stok BBM.
Vice Presiden Communications pertamina Anang Rizkani Noor, Senin (5/1) berkata kalau saja masih terlihat satu dua SPBU kekosongan BBM itu karena menunggu jatah pengiriman dari depo plumpang.
Namun, tambahnya secara keseluruhan sebagian besar SPBU di Jabodetabek sudah menyediakan BBM. Kalau saja ada satu dua yang masih kosong premium, sebetulnya tidak terlalu berpengaruh karena sebagian besar sudah menyediakan BBM, sekitar 600 SPBU.
Stok BBM Pertamina Per 5 Desember Untuk Jabodetabek
Jenis BBM Yang disalurkan
Premium 6.413 kiloliter atau 68 persen dari DOT (daily of taker) 9.420 kiloliter.
Solar 1.963 kiloliter atau 42 persen dari DOT 4.677 kiloliter.
Pertamax 536 kiloliter atau lebih tinggi 1 persen dibanding DOT 531 kiloliter.
Pertamax Plus 160 kiloliter atau hanya 84 persen dari DOT yang biasanya 190 kiloliter.
By;Ris
Senin, 26 Januari 2009
TDL Turun 10 Persen
Turun 10 persen
Tarif Listrik Industri Bisa Turun
JAKARTA---Untuk meningkatkan laju pertumbuhan industri seharusnya tarif listrik sektor industri harus lebih murah dari tarif rumah tangga. "Saya sangat tidak setuju kalau tarif listrik rumah tangga lebih murah dari tarif industri," kata Anggota DPR Komisi VII, fraksi Demokrat, Burhanudin Burmaras kepada Indonesia Business Today di Jakarta, Kamis (22/1).
Burmaras menambahkan maksudnya dengan penetapan tarif seperti ini, agar pertumbuhan sektor industri bisa terjadi. Ini akan membawah efek yang sangat besar bagi aktifitas perekonomian bangsa.
Secara terpisah Anggota DPR Komisi VII, Tjatur Sapto Edi, fraksi PAN, berkata kalau ingin menolong industri tarif listrik industri harus turun. Penurunan sebesar 10 persen. Ini dapat menolong sektor industri untuk mengembangkan usahanya. Pada akhirnya dapat mengurangi laju PHK karyawan.
Dengan kondisi sekarang ini, saat harga BBM sudah turun. PLN sudah mulai memakai sumber energi non BBM; seperti gas dan batubara. Maka biaya pokok produksi listrik PLN sudah turun sekitar 30 persen. Maka kalau bisa tarif listrik untuk sektor industri bisa turun 10 persen.
Katanya lagi, tetapi kalau untuk menaikan tarif rumah tangga juga sangat sulit. Kemampuan masyarakat kita tidak seperti masyarakat di Negara maju. Karena itu, perlu pertimbangan yang sangat tepat.
Selain usulan agar tarif listrik industri turun. Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon berkata, kami dari fraksi PDIP dalam waktu dekat akan menyampaikan kalau tarif dasar listrik untuk masyarakat kecil harus turun.
Sebelumnya Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), Jakobus Purwono, berkata sangat sulit untuk menurunkan segera tarif listrik baik industri maupun masyarakat. Harga pokok produksi listrik masih lebih besar ketimbangan harga juga. Namun, melihat keadaan harga minyak akhir-akhir ini. Kami dari PLN mencoba mengusulkan asumsi perubahan
Purwono menjelaskan dengan segera dirubahnya asumsi rata-rata harga minyak (Indonesian crude price atau ICP) dari US$ 80 per barel menjadi US$ 40 per barel. Kami mengusulkan agar perhitungan biaya pokok produksi (BPP) listrik dari Rp 1.005 per kilowatt hour (Kwh) di 2008 akan menjadi Rp 931 per Kwh di 2009. “Turun sekitar 30 persen,” katanya.
Besaran BBP listrik Rp 931 per kwh ini terdiri dari BBP untuk golongan pelanggan tegangan rendah sebesar Rp 1.069 per kwh, BPP pelanggan tegangan menengah sebesar Rp 781 per kwh, dan BPP pelanggan bertegangan rendah sebesar Rp 673 per kwh. Data per November 2008 harga jual untuk pelanggan bertegangan tinggi adalah sebesar Rp 551 per kwh, pelanggan bertegangan menengah harga jualnya adalah sekitar Rp 525-771 per kwh. Sementara untuk pelanggan tegangan rendah secara umum masih di bawah biaya pokok kecuali untuk pelanggan R3, yaitu Rp 1.174 per kwh.
Tarif B to B Harus Realistis
Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Jakobus Purwono, mengingatkan PLN agar realistis dalam menetapkan tarif business to business kepada kepada pelanggan industri baru. “Semangat yang dibawah oleh perhitungan tarif business to business adalah, industri menerima pelayanan yang lebih dari industri lain. Artinya ada kekhususan,” jelas Jakobus.
Pengenaan tarif business to business tidak boleh dikenakan kepada sektor indutri yang hanya menerima layanan seperti layaknya industri biasa. Karena itu, PLN harus lebih realistis dalam mengaturnya.
Ketika ditanya apakah dengan memakai tarif seperti ini; akan menguntungkan PLN. Dimana dia bisa menetapkan model tarif sesuai dengan keinginanya?, Dirjen LPE ini menjawab karena itu saya meminta agar PLN lebih adil lagi. Lanjutnya, pemerintah tidak bisa langsung menyatakan menghapus model tarif ini. Karena, semangat awalnya adalah tarif business to business.
Sementara itu, menurut Tjatur Sapto Edi, seharusnya penerapan tarif yang seperti itu (business to business) harus di tiadakan. Jangan sampai terjadi diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengelolaan Pusat Perbelanjaan Indonesia (APBI), Stefanus Ridwan, mengeluhkan penerapan tarif business to business listrik PLN untuk pelanggan baru. Terkadang memberikan dampak yang kurang baik bagi rencana industri dalam berekspansi. Artinya, Perseroan memiliki porsi yang besar untuk sebisa mungkin mengatur tarif.
Ris
Patner Pertamina Di Natuna D Alpha
Partner Pertamina Ditentukan Q1 2009
Term And Conditions Blok Natuna D Alpha Segera Selesai
JAKARTA---Kalau pun pemerintah sudah secara tegas memilih pertamina (Persero) menjadi operator blok natuna, nyatanya hingga kini masih ada banyak hal yang belum juga tuntas. “Urusan term and condition nya belum selesai. Masih tengah dalam pembicaraan antara pemerintah, dalam hal ini DESDM dengan Pertamina,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Jakarta, kamis (22/1).
Menteri ESDM berkata walaupun urusan term and conditions nya belum selesai bukan berarti status pertamina masih belum kuat di Natuna.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Legowo, berkata saat ini pemerintah sudah melakukan pembicaraan dengan pihak pertamina. Namun, Evita tidak mau menjelaskan kepada wartawan bagaimana bentuk term and conditions serta split nya. “ Semuanya masih dalam proses. Tunggu saja,” kata Evita.
Mitra Pertamina Di Natuna
Pertamina persero yang telah menerima mandat pemerintah tengah menjaring patner, untuk bersama-sama mengeksplorasi blok kaya gas alam tersebut. “Proses penentuan patner pertamina akan selesai pada quartal pertama 2009. Pada saat itu akan diketahui siapa patner Pertamina,” kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Iin Arifin Takyan, kepada wartawan, Kamis (22/1).
Iin Arifin Menambahkan saat ini, Pertamina tengah melakukan seleksi partner Pertamina untuk mengembangkan blok Natuna D Alpha. Jika sebelumnya Pertamina sudah mengantongi 8 perusahaan sebagai calon partnernya, kini Pertamina mulai mengevaluasi sisi komersial. "Pada tahap pertama sudah ada 8 perusahaan short listed. Sekarang kita sedang memilih partner dan masuk tahap komersial," tambahnya.
Pertamina sendiri sudah menyerahkan 60 persen porsi ke kepemilikan sahamnya untuk patner, dan 40 persen untuknya. Hingga saat ini ada delapan calon patner yang tengah di uji oleh tim penguji, konsultan WoodMckenzie, yang telah tunjuk Perseroan untuk mencari patner Pertamina. Adapun delapan perusahaan peserta adalah;perusahaan yang dinilai layak telah dinyatakan masuk tahap kedua, yakni ExxonMobil, Total Indonesie, Chevron, Shell, StatOil (Norwegia), Eni Spa (Italia), Petronas, dan China National Petroleum Company (CNPC).
Ris
Margin Bisnis Elpiji Amat Keci;
Harga Sulit Turun
Margin Elpiji Kecil swasta sulit masuk
Komisi Pemberantas Persaingan Usaha (KPPU) telah mencium kalau Pertamina (Persero) bersama Pemerintah telah melakukan pelanggaran dalam mengelolah bisnis elpiji. KPPU menganggap Pertamina Melakukan Monopoli. Menaggapi tuduhan tersebut, Pertamina melalui Direktur Utamanya, Ari Soemarno, berkata sebenarnya pasar elpiji sudah terbuka bagi siapa saja.
Ari Soemarno menambahkan, kenapa perusahaan swasta lainnya tidak masuk. Itu karena margin bisnis elpiji sangat kecil. Hal tersebut yang membuat banyak perusahaan mengurungkan niat mereka. Harga jual elpiji 3 kg saat ini adalah Rp 4.250 per kg dan elpiji 12 kg adalah Rp 5.750 per kg. Harga ini dinilai belum bisa memberikan keekonomian yang memadai bagi para pengusaha swasta. Pertamina sendiri kerap mengaku rugi atas bisnis elpiji 12 kg, karena kerugian elpiji 3 kg ditanggung pemerintah.
Head Business Development Petronas, Wisnus Widijoko, berkata dalam tahun ini, petronas akan merealisasikan pembangunan stasiun pengisian gas elpiji. Namun, katanya kami sangat mebutuhkan adanya aturan yang jelas dari pemerintah. Sayang nya beliau tidak menyebutkan aturan seperti apa yang dimaksud.
Usulan agar Pertamina menurunkan harga elpiji tetap berdatangan. Direktur Executive Reforminer, Pri Agung Rahmanto, berkata sebenarnya harga elpiji 12 kg dan 50 kg sudah bisa turun. Harga minyak sudah turun drastis sementara harga elpiji pertamina belum turun.
Aggota DPR Komisi VII, Tjatur Sapto Edi, berkata sebenarnya pertamina bisa menurunkan kembali harga elpiji 3 kg. Kalau saja pertamina bisa menurunkan sedikit alpha pengiriman elpiji dari 45 persen. Harga elpiji sudah bisa diturunkan segera. “Lagian DPR Komisi VII tidak pernah menetapkan alpha 45 persen untuk elpiji,” tandasnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Komisaris Pertamina, Maizar Rahman, berkata saya dengar Pertamina masih alami kerugian dari bisnis elpiji. Makanya harga sekarang belum bisa turun.
Ari juga menjelaskan, harga elpiji tidak bisa dikaitkan langsung dengan pergerakan harga minyak dunia, seperti halnya BBM. Hal ini karena biaya pengiriman elpiji jauh lebih mahal ketimbang biaya pengiriman BBM. Begitu banyak infrastruktur yang dipakai dalam pendistribusian elpiji. Infrastruktur pencairan dan gasifikasi di lokasi pengiriman dan penerima.
Ketika ditanya bagaimana kalau marginya diturunkan sedikit agar harga elpiji bisa turun. Ari menjawab alpha nya sudah pas. Masa sih mau dikasih 8 persen seperti pada BBM. Selain itu harga elpiji menggunakan acuan yang berbeda dengan BBM. Jika BBM mengacu pada ICP, maka harga elpiji mengacu pada CP Aramco.
RIs
PIM dapatkan Gas
PIM Bakal Hasilkan 811 ribu ton Urea
PIM Menargetkan Revenue 2009 Sebesar Rp 3,2 T
JAKARTA---Dengan mulai dipasoknya gas sebanyak 1 kargo dari 9 kargo yang direncanakan selama 2009, per 15 Januari kemarin, PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM) mulai menghitung-hitung besaran revenue yang bakal dicapai. " Jika selama 2009 PIM benar mendapatkan gas sebanyak 9 kargo penuh maka kemungkinan besaran revenue yang bakal didapat sebesar Rp 3,2 triliun," kata corporate finance PIM, Yulius Nur, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/1).
Tambahnya, besaran revenue Rp 3,2 triliun di peroleh dari margin 10 persen penjualan pupuk. Dengan perkiraan rata-rata harga gas domestik US$ 6 per MMbtu (million British Thermal Unit). "Harga pokok produksi pupuk urea sebesar Rp 3,600 per kilogram (kg), ditambah dengan margin 10 persen. Maka PIM jual pupuk Urea ke pemerintah Rp 4.000 per kg,” jelas Yulius Nur.
Yulius menambahkan hitung-hitungan tersebut adalah perhitungan sementara. Bergantung perkembangan harga gas di masa mendatang. Yang penting lagi kesediaan Exxon untuk terus memasok gas ke PIM.
“Saat ini salah satu pabrik pupuk milik PIM, dari dua pabrik sudah beroperasi. Sejak 15 Januari kemarin, Exxon sudah mengalirkan gas ke PIM. Namun, yang sudah resmi dikontrak adalah satu korgo. Padahal satu kargo hanya bisa bertahan selama dua bulan ke depan. Tapi kami yakin kalau BP Migas akan terus berusaha mencarikan kami gas,” katanya.
Dengan stok gas dua kargo PT PIM bisa memproduksi pupuk urea hingga 100 ribu ton dalam dua bulan ke depan. Untuk diketahui satu kargo sama dengan 3 mmbtu gas. Dengan harga US$ 6 per mmbtu. Kalau dihitung dengan uang satu kargo sama dengan US$ 18 juta. Pupuk Iskandar Mudah tiap bulannya membutuhkan gas sebanyak setengah kargo atau sekitar 50 sampai 60 mmbtu. Dengan 80 sampai 100 ribu ton pupuk urea. Sementara produksi pupuk perharinya mencapai 1,705 metrik ton.
Yulius Nur menambahkan pemerintah sendiri sudah menargetkan selama 2009, PIM harus mampu memproduksi pupuk sebanyak 811 ribu ton. Kebutuhan urea Nasional sekitar 7,100 metrik ton. Apabila PT PIM dapatkan gas hingga sembilan kargo maka produksi bisa mencapai 811 ribu ton, jika dengan enam kargo hanya sekitar 560 ribu ton. Jika yang beroperasi hanya satu pabrik dapat memproduksi urea sebanyak 570 ribu ton urea. Kalau dua pabrik 1040 ribu ton urea per tahun.
Investasi Konstruksi Jumper US$ 5 J
Saat ini PIM tengah menjajaki pembukaan tender konstruksi jumper, sekitar 100 meter. Dengan investasi sekitar US$ 5 juta. Untuk mengaliri gas dari ladang gas Exxon di Loksemawe di pabrik PIM yang kebetulan jaraknya berdekatan.
“Gas tidak bisa dimuat dalam kargo seperti Liguified Natural Gas (LNG). Gas hanya dapat di alirkan melalui pipa penyambung (jumper). Konstruksinya akan dibiayai sendiri oleh PIM,” jelasnya.
Corporate Departem PT PIM, Haryono, pada tempat yang sama berkata proses pembangunan jumper akan di urus sendiri oleh PIM. Ketika ditanya bagaimana nasib jumper tersebut, kalau suatu waktu Exxon menghentikan pengiriman gas ke PIM. “Belum tahu, tetapi saya yakin BP Migas akan mengaturnya,” jawabnya datar. Pada pertengahan 2009, pabrik kedua baru bisa beroperasi setelah jumpernya selesai.
Seperti diketahui, PT PIM mulai beroperasi pada 2006. Selama ini PIM hidup dengan mendapatkan pasokan gas swap dari Pupuk Kaltim sebanyak tiga kargo. PIM beroperasi sampai akhir Nopember 2008, kontrak gas dari PKT sudah habis.
Kondisi ini ternyata langsung dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Stok pupuk secara Nasional berkurang drastis. Hampir semua perusahaan pupuk nasional tidak beroperasi normal. Alami kekurangan pasokan gas, padahal negeri memiliki sumbe gas yang berkelimpahan.
Karena itulah, pada 28 Desember 2008, wakil Presiden Jusuf Kalla langusng melakukan rapat kordinasi. Rapat menyimpulkan kalau pemerintah harus mengutamakan pasokan gas domestic ketimbang diekspor.
Khusus untuk pasokan gas ke PT PIM, Wapres bahkal telah menugaskan BP Migas, mencari persediaan gas untuk PIM. Saat rapat diperintahkan pabrik Pupuk Iskandar Mudah harus beroperasi. BP Migas harus mencarikan pasokan gas untuk semua pabrik pupuk.
Haryono menambahkan gas yang dipasok dari ladang Exxon adalah kontrak substitute dengan gas yang ke Pupuk Kaltim. Selama ini Lapangan Exxon mengirimkan LNG ke pembelinya yang dari Korea, Kogas. Kemudian sekarang jatah Exxon ke Kogas akan diganti dari Bontang. Terus Exxon mengalihkannya ke PT PIM.
Ris
Minggu, 25 Januari 2009
pengusaha SPBU ogah jual rugi BBM
Campur Tangan Menneg BUMN
Pengusaha Ogah Jual Rugi
JAKARTA---Kelangkaan premium yang sedang terjadi pada banyak SPBU di seluruh indonesia ada akibat dari adanya campur tangan pemerintah dalam penjualan premium pertamina ke pengusaha SPBU.
"Beberapa hari sebelum premium diturunkan pada 1 Desember 2008, pertamina telah mengeluarkan kompensasi kepada pengusaha. Bagi pengusaha yang membeli premium pada 29 dan 30 Desember akan dapat kompensasi Rp 500 per liter, artinya SPBU pun membeli langsung dengan harga Rp 5.500 per liter. Tetapi pada Jumat malam (jam 09.00) tiba-tiba ada pemberitahuan mendadak dari pertamina kalau pertamina hanya berani memberikan kompensasi Rp 80 per liter," inilah kronologinya kenapa SPBU tidak mau menjual premium rugi.
Demikian dikatakan Mohamad Nur Adib ketua umum himpunan wiraswasta minyak dan gas bumi ketika dihubungi indonesia business today, Jakarta, Rabu (3/12). Katanya lagi tidak benar kalau ada pikiran SPBU tidak mau jual premium. tetapi yang ada pengusaha tidak mau jual rugi.
Kedepannya kami meminta kepada pemerintah untuk memikirkan semua lini sebelum menurunkan BBM subsidi.
Sekretaris Menneg BUMN Mohamad Saididu ketika dihubungi Indonesia Business Today, (3/12) berkata , "saya belum memiliki informasi tentang adanya campur tangan pemerintah terhadap kebijakan yang diambil pertamina," katanya.
Wakil direktur utama pertamina persero Iin Arifin ketika ditemui di Jakarta, Rabu (3/12) berkata kelankaan premium yang terjadi murni bukan kesalahan pertamina. Stok premium pertamina masih banyak, lebih dari 20 hari. "Tidak ada yang salah dari sisi stok pertamina," katanya.
Yang terjadi, pengelolah SPBU terlambat membeli premium. Mereka tidak berani membeli premium sebelum tanggal satu, yang walaupun stok mereka sudah abis. mereka baru membeli dari pertamina pada 1 Desember dengan harga Rp 5,500 per liter. Alhasil pada 1 atau 2 Desember SPBU belum bisa melayani pembelian premium masyarakat," katanya.
selain itu, memang ada persoalan margin. tetapi semuanya sudah selesai. sudah dibahas dengan Hiswana.
Menurut Iin Arifin untuk kedepannya kami berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhitungkan semua sisi. Pemerintah tidak boleh mengumumkan rencana penurunan BBM jauh-jauh sebelumnya. pengumuman penurunannya bisa jam 00.00 seperti penurunan BBM Industri.
Sanksi Penutupan SPBU
Pemerintah akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan SPBU. Sanksi ini akan dikenakan bagi pengusaha SPBU yang tetap membandel, tida menjual premium. Namun, tentunya pemerintah tidak serta merta langsung menutup SPBU, akan ada surat teguran terlebih dahulu.
Makaris Paru
Sabtu, 17 Januari 2009
Shell SPBU
Shell Turunkan Harga BBM, BBM Subsidi Tunggu Crude Dibawah US$ 60 per barel
Berharaplah agar harga minyak mentah dunia (crude oil) bisa bertengger dibawah level US$ 60 per barel.Menurut sumber yang tidak mau menyebutkan namanya dari ESDM harga keekonomian BBM industri bisa lebih murah dari BBM subsidi apabila harga crude oil berada dibawah level US$ 60 per barel.
Kalau ini yang terjadi maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tetap mempertahankan harga BBM subsidi yang berlaku sekarang.
Menuru Direktur Jenderal minyak dan gas bumi evita Legowo harga keekonomian BBM industri sekarang, memang masih lebih murah dari BBM subsidi. tetapi kami tidak akan membiarkan harga BBM industri lebih murah dari BBM subsidi.
Sementara itu, ketika pemerintah masih berkutat pada perhitungannya, menjaga agar harga BBM industri tidak boleh lebih murah dari BBM subsidi. Perusahaan raksasa minyak asal Belanda Shell kembali menurunkan harga jual BBM pada setiap SPBU.
Penurunan ini dilakukan sebagai refleksi penurunan harga pasar regional yang direfleksikan dengan di MOPs (means of platts Singapore).
Harga BBM Shell di SPBU shell jenis shell super dengan oktan 92 dari Rp 7.950 turun drastis menjadi Rp7.000. Shell super ekstra dengan oktan 95 turun menjadi Rp7.400 dari harga Rp 8.300. shell diesel untuk kendaraan bermesin diesel sekarang dijual dengan harga Rp 8.500 per liter dari Rp 9.100.
Vice president communications pertamina persero Anang Noor berkata pihaknya akan terus melakukan revisi terhadap harga BBM industri jualan. pertamina akan selalu melakukan revisi harga setiap dua mingguan. yang menjadi acuan kami adalah patokan MOPs dan nilai kurs rupaih terhadap dolar.
BBM Shell
No Jenis BBM Harga sebelum Harga Sesuda
1 Shell Super Oktan 92 Rp 7.950 Rp7.000
2 Shell Super Exstra Ontan 95 Rp 8.300 Rp7.400
3 Shell Diesel Rp 9.100 Rp 8.500
Makaris Paru
Jumat, 16 Januari 2009
Medco; Blok Tarakan
Kota bebas mitan
Medco siap 1 mmscfd per hari untuk kota Tarakan
JAKARTA--Untuk mewujudkan rencana pemerintah terkait pembentukan kluster kota bebas mitan, Medco bersedia menyupply 1 mmscfd gas untuk kota Tarakan.
Pasokan gas tersebut bersumber dari ladang gas milik Medco yang berada persis di kota Tarakan. Produksi gas Medco dari ladangnya memang sangat besar sekitar 21 mmscfd per hari.
Senior Manager Medco Energi Aditya Mandala kepada Indonesia Business Today mengatakan estimasi awal, dimana medco sedang dalam pengeksplorasian 3 sumur baru di Tarakan. Dari sumur tersebut rencananya medco akan menyalurkan1 mmscfd per hari untuk pemda Tarakan.
Menurut Public Relations Medco Energi Muntazhar Nur Ahmadi medco memang sudah lama melakukan eksplorasi gas dilapangan Tarakan. Namun, rencana supply 1 mmscfd per day, masih dalam kajian.
Namun kedua pihak Medco tersebut sepakat kalau pihaknya belum mendapat kesepakatan lebih lanjut dengan pemda Tarakan.
"Ini adalah pencapaian yang membanggakan, Medco sebagai Kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) sudah bersiap. Tambahan lagi Pemdannya sudah merestui," terang kepala BPH Migas Tubagus Haryono kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/9).
Di satu kota itu konsumsi perharinya hanya 1 mmscfd.Sedangkan produksinya Medco 21 mmscfd per hari. Katanya lagi di sana itu ada sekitar 36 ribu rumah tangga dengan 180 ribu penduduk. Rencana tersebut sedang dalam kajian dan tahun depan sudah dapat direalisasikan pembangunan infrastrukturnya.
Nantinya yang bangun infrastruktur adalah pemdanya sendiri. Atau mungkin pemda akan buka tender siapa yang bangun infrastrukturnya.
"Apabila program ini berjalan dengan baik, maka kota Tarankan bisa dipastikan sudah bebas dari mitan."
Kota Tarakan sendiri adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250.80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Tarakan pada bulan Maret 2006 berpenduduk sebanyak 169.951 jiwa. Tarakan adalah sebuah pulau yang terletak di utara Kalimantan Timur.
Makaris Paru
एक्स्क्सोंमोबिल Cepu
Blok Cepu
Pertamina Dan ExxonMobil Tak Sepaham
JAKARTA—Rencana pembangunan tanki penyimpangan (storage) minyak ExxonMobil dan Pertamina EP dari lapangan blok Cepu masih menyisahkan permasalahannya. Pertamina dikabarkan telah melakukan kajian sendiri, dengan melibatkan Universitas Indonesia (UI), adapun hasil kajiannya bahwa storage di darat lebih murah daripada membangun floating storage di laut.
Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (9/9) mengatakan, hasil kajian yang dilakukan oleh Pertamina, melalui UI memang sangat bertentangan dengan kajian awal yang melibatkan keduanya, (ExxonMobil dan Pertamina EP).
Seperti diketahui, dalam kajian awal, keduanya telah memutuskan untuk lebih memilih memakai floating storage ketimbang tank farm. Tetapi belakangan Pertamian EP menginginkan agar penampungannya menggunakan penampungan darat.
Hal tersebut, segera direspon oleh anggota komisi VII DPR RI. Mereka pun mendukung kajian Pertamina tersebut. Dan meminta kepada BP Migas untuk segera merealisasikan kajian Pertamina tersebut.
Abdul Muin pun menjelaskan, perihal pemilihan floating storage ketimbang tank farm . Lanjutnya, pada kajian teknis dan ekonomis awal mengenai perbandingan fasilitas tangki apung (floating storage & offloading) dan tangki darat (tank farm) sudah dilakukan oleh perusahaan consultant Moffat dan Nichole dari Amerika Serikat segera setelah PoD (plan of development) disetujui pada 2006. hasil kajian kemudian dibahas dan dipresentasikan di BP Migas bulan April 2007 dan disumpulkan kalau FSO lebih menguntungkan dari tank farm.
Dari hasil kajian tersebut, kemudian MCL secara bersama-sama dengan Pertamina EP Cepu (PEPC) mengusulkan untuk melaksanakan front and engineering design, menyiapkan dokumen lelang pengadaan FSO. Dan BP Migas telah menyetujuinya.
Kalau memang belakangan Pertamina, melalui Universitas Indonsia (UI) melakukan penelitian terbaru dan hasil kajiannya kalau tank farm akan lebih ekonomiS ketimbang floating tank. Maka perlu dimasukan hitung-hitungan yang bisa dipahami.
Menurut Deputi Operasional BP Migas Edi Purwanto, kajian yang dilakukan Pertamian adalah kajian sendiri tanpa melibatkan pihak Exxon. Karena itu, mungkin secara admisitratif akan sangat sulit bisa diambil. Tetapi mungkin dengan adanya hitung-hitungan yang pas akan bisa diambil.
Artinya bahwa kalau memang pihak Pertamina telah memiliki penelitian yang bagus, maka kami mohon untuk segera memasukan hitung-hitungan yang jelas sehingga kita bisa bandingkan, mana yang baik. Dan bila perlu kita akan libatkan pihak independen untuk menilainya.
Sebelumnya, seperti yang diberitakan koran ini, pihak Exxon melalui Vice President External ExxonMobil Maman Budiman mengatakan kalau pihak Exxon masih berpegang pada kesepakatan awal, di mana floating storage lebih bagus ketimbang tank farm. Sayangnya, wartawan tidak bisa menghubungi pihak pertamina EP Cepu, terkait apakah mereka lebih suka tanki darat atau malah memilih tangki di laut.
Terapkan Benchmarking
Sementara itu guna meminimalisir penyelewengan dana cost recovery, pemerintah telah menemukan langkah terkait yaitu dengan menggunakan bechmarknya. “System bechmarking atau perbandingan ini akan kita gunakan mulai tahun depan. Dan harapannya, hal ini akan mempermudah BP migas melakukan monitoring terhadap dana teresebut,” jelasnya.
Pelaksanaan sistem benchmarking ini akan diterapkan berbeda untuk masing-masing perusahaan. Misalkan berdasarkan lapangan yang digarap atau kegiatan yang dilakukan perusahaan. Yang pasti bahwa sudah ada perbedaan yang jelas antara kegiatan eksplorasi di daratan dan juga deepwater.
Makaris Paru
Langganan:
Postingan (Atom)