Jumat, 16 Januari 2009

Bangun Smelting; Antam Tbk, Nusantara, Indosmelter

Antam Tbk, Nusantara Smelting, dan Indosmelter JAKARTA---Sebagian besar perusahaan tambang di tanah air sudah mulai menjalankan pedoman yang tertuang dalam Undang-Undang Minerba yang baru. Setidaknya sudah ada sepuluh perusahaan yang telah menginformasikan ke pemerintah terkait rencana mereka membangun pabrik pemurnian komoditas tambang atau smelter. Setidaknya sudah ada dua perusahaan tambang yang sudah merencanakan pembangunan smelter jauh hari sebelumnya PT Aneka Tambang (Antam) dan Nusantara Smelting, dengan total investasi sebesar US$ 4,089 miliar. Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Soemarno Witoro Soelarno berkata kepada wartawan, Selasa (6/1) total investasi tersebut berasal dari komitmen PT Nusantara Smelting yang membangun pemurnian tembaga-nikel di Bontang dengan investasi sebesar US$ 1,040 miliar dan Smelting Gresik untuk pemurnian katoda tembaga sebesar US$ 1,4 miliar. Selain komitmen investasi PT Nusantara Smelting, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga menyatakan kesanggupannya membangun smelter. Bahkan PT Aneka Tambang sudah mengajukan izin pembangunan tiga smelter sekaligus. Antam mengajukan izin bangun smelter; pemurnian alumunium di Tayan, Kalimantan Barat, senilai Us$ 250 juta, untuk pemurnian grade alumina di Kepulauan Bintan, Riau, senilai US$ 500 juta, dan untuk pemurnian iron di Kalimantan Selatan senilai US$ 60 juta. Katanya lagi, saat ini kedua perusahaan ini tengah menjalani studi kelayakan. Direktur Perusahaan Nusantara Smelting Corp, Juangga Mangasi, pernah menuturkan rencana perusahaanya untuk membangun smelter pengolahan tembaga di Bontang, Kalimantan Timur. Adapun kapasitas produksinya mencapai 200.000 ton tembaga katoda. Untuk sumber raw materialnya Nusantara Smelting akan mengandalkan pasokan dari PT Freeport Mc Moran dan Newmont Mining Corp. Sayangnya Sekretaris PT Antam Tbk, Bimo Budisatrio, tidak bisa dimintai komentarnya. Beliau belum menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. Chief Executive Officer PT Indosmelter, Natsir Mansyur, kepada Indonesia Business Today pernah berkata pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan smelther terbesar dari Australia, Ausmelt untuk membangun Pabrik Smelter di Sulawesi Selatan (Sulsel). Adapun total investasi yang disiapkan sebesar US$ 500 juta. "Rencananya, kami akan bangun smelter berkapasitas 250.000 ton kondensat per tahun. Dari 250.000 ton kondensat (bahan baku) itu bisa memproduksi katode sebanyak 100.000 ton per tahun", papar Natsir Mansyur. Hasil dari pengelohan tersebut nantinya akan menjadi bahan baku yang banyak dibutuhkan oleh konsumen nasional. Kondesat diolah menjadi katoda atau lempengan tembaga, yang juga menjadi bahan baku pembuatan industri kabel, elektronik, dan besi. Sumber bahan baku, seperti kondesat diharapkan dapat dipasok dari PT Freeport Indonesia. Soemarno Witoro Soelarno berkata lagi setidaknya sudah ada sepuluh perusahaan sedang menjajaki kemungkinan membangun smelter sendiri. Dan untuk pembangunannya sendiri biasanya membutuhkan waktu hingga dua tahun. Witoro Soelarno menambahkan maraknya pembangunan smelter di tanah air adalah hasil positif yang dibawah UU Minerba. Tambahnya UU Minerba mengharuskan semua perusahaan tambang di Indonesia untuk sebisa mungkin membangun pabrik pengolahan sendiri. Selain pasal tersebut, ada juga pasal yang mengatur ekspor dalam bentuk barang mentah tidak lagi diperbolehkan. Untuk keharusan mempunyai smelter sendiri, UU Minerba telah menyediakan waktu hingga lima tahun bagi perusahaan existing untuk membangun smelter. By; rIS

PT PIM (Pukuk Iskandar Mudah)

PIM Dapat Gas Produksi Urea Jadi 245 J Ton 2009 JAKARTA----Kelangkaan pupuk yang sering terjadi belakangan ini bakal teratasi seiring bakal pulihnya pasokan gas ke Perusahaan Pupuk Iskandar Mudah. "Selama 2009 PIM bakal dapat pasokan gas sebanyak 9 kargo. Sekitar 75 persen dari total kebutuhan 12 kargo untuk mengoperasikan dua pabrik PIM. Dengan demikian kapasitas produksi urea pun meningkat dari sebelumny hanya 200.000 menjadi 245.000 di 2009. Direktur Komunikasi PT PIM Suhatsyah kepada wartawan, senin (5/1) berkata kami masih menunggu kapan gas nya benar-benar di pasok. Pasokan sembilan kargo adalah sesuai dengan arahan Wakil Presiden beberapa bulan yang lalu. Dengan dipasoknya gas sebanyak sembilan kargo akan sangat membantu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pupuk ini untuk segera berkontribusi dalam menutupi kelangkaan pupuk yang sering terjadi belakangan ini. PT PIM sendiri seutuhnya memproduksi pupuk urea sebanyak 260 juta ton per tahun. Sekretaris Perusahaan PIM, Usman Mahmud berkata apabila di 2009 PIM berhasil dapatkan gas yang banyak maka dipastikan produksi urea akan meningkat menjadi 245.000 ton dari sebelumnya hanya 200.000 per tahun. Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) , Djoko Harsono, mengatakan pasokan gas sebanyak sembilan kargo akan mulai dikirim pekan ini dari lapangan gas Bontang lewat mekanisme swap atau pengalihan. Djoko menambahkan rencana suntikan gas sebanyak sembilan akan direalisasikan melalui dua tahap. Enam kargo akan dikirim untuk Pabrik PIM 2, sedangkan tiga kargo sisanya dikirim Juli 2009 untuk PIM 1. Tambahnya kepastian pasokan gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda ini telah sesuai target yang diberikan pemerintah, yakni sebelum 15 Januari 2009. Sedangkan gas untuk Korea, kata dia, rencananya akan dibeli dari penjual yang memiliki gas murah atau kawasan Timur Tengah. Kepala Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas, R. Priyono, berkata pasokan gas sebanyak sembilan kargo bersumber dari LNG Bontang yang selama ini dikirim ke Korea. Namun, karena saat ini terjadi masalah kelangkaan pupuk, maka diperlukan langkah untuk memprioritaskan pasokan gas untuk pabrik pupuk dalam negeri. Sebelumnya Humas PT PIM T Suhatsyah berkata PT PIM sudah tidak berproduksi lagi. Terhitung tanggal 27 November kemarin, perusahaan Pupuk Iskandar Mudah malah sudah berhenti beroperasi. Pemberhentian operasi ini akan berlangsung kemungkinan hingga Maret atau April 2009. Suhatsyah menambahkan selama ini PT PIM Praktis hanya beroperasi selama enam bulan. Dari dua pabrik pupuknya, hanya ada satu pabrik yang beroperasi itu pun hanya enam bulan. Adapun yang menjadi persoalan adalah kekurangan gas. Kami hanya mendapatkan gas sebanyak tiga kargo dari Bontang. Padahal untuk mengaktifkan kedua pabrik kami harus mendapatkan suplai gas sebanyak 12 kargo per tahun. Kontrak gas dari Bontang sudah berakhir tanggal 27 kemarin, praktis kami berhenti beroperasi menanti kontrak baru. Selain mengandalkan pasokan gas dari LNG Bontang. PIM juga berharap pada keseriusan pemerintah mengutamakan pasokan gas domestik, memperoleh jatah dari LNG Tangguh. Seperti diketahui pemerintah sudah membukakan pintu lebar-lebar bagi konsumen gas domestik untuk mendapatkan gas dari Tangguh. Technical and Development Director PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM) Lilik Djadjuli sebelumnya berkata pihaknya siap menampung besaran gas tangguh. Bahkan PT PIM sudah mengajukan proposal untuk mendapatkan gas tangguh kepada BP Migas. Semetara terkait dengan harga yang ditawarkan pemerintah, dimana sebelumnya menteri ESDM berkata kalau rata-rata kontrak jual gas tangguh adalah US$ 7 per MMbtu hingga US$ 8 per MMbtu. Lilik berkomentar persoalan harga dan volume masih bisa dinegosikan, sekarang yang terpenting gas nya ada dulu, serta volume tersedia berapa. BY;Ris

Pertamina; Direksi Bakal di Copot

Direksi Pertamina Bakal Dicopot JAKARTA---Setelah Presiden menyatakan amat kecewa dengan kinerja pertamina. Kini praktisi senayan juga buka suara. "Ini adalah indikator rendahnya kinerja direksi pertamina, terutama direksi pemasaran dan niaga," kata Anggota DPR fraksi PAN, Alvien Lie, ketika dihubungi Indonesia Business Today, Selasa (6/1). Alvien Lie menambahkan kelangkaan BBM, baik Premium, Solar maupun Minyak Tanah sudah terlalu sering terjadi. Alasannya saja yang berganti-ganti. Ini bukti adanya kelemahan dalam sistem dan manajemen distribusi BBM bersubsidi yang ditangani Pertamina. Tambahnya, namun hebatnya selama ini pemerintah tidak pernah minta pertangungjawaban Direksi Pertamina. Apakah akan ada perombakan direksi pertamina?, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ketika dimintai komentarnya berkata saat ini kementrian ESDM belum mengambil langkah tegas apa yang bakal diterima pertamina maupun SPBU. "Kita sudah meminta ke BPH Migas untuk memberikan peringatan keras. BPH Migas sedang menyelidiki apa penyebab kelangkaan," ketus Purnomo Yusgiantoro. BPH Migas sendiri sudah mengirimkan tim penyidik swasta dari jajarannya untuk memastikan apa penyebab kelangkaan. Bakal Ada Badan Lain Sesuai keputusan tentang penugasan Public Service Obligation (PSO) ke pertamina, maka sanksi akan diterapkan sesuai peraturan perundang undangan yg berlaku. Untuk kasus ini BPH Migas segera memberikan teguran tertulis. Selain memberikan sanksi berupa teguran. BPH Migas berpendapat kelangkaan ini sebagai indikator kalau performance awal pertamina di 2009 buruk. Mengantisipasi kejadian ini terus berlanjut BPH Migas sedang mempertimbangkan bakal menunjuk badan usaha lain, membantu pertamina dalam menjalankan PSO. Sementara itu, berdasarkan pengamatan Indonesia Business Today pada beberapa SPBU di daerah Jakarta Selatan, Jl Fatmawati ada dua SPBU sampai hari ini (kemarin--red) masih kekosongan BBM. By; Ris

BBN atau Biofuel

Patokan Harga BBN Belum Sepakat BBN dan Pertambangan Harapkan Stimulus Fiskal JAKARTA---Pengusaha pengembangan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel dan sektor pertambangan dalam lingkup Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap kebagian insentif fiscal dari pemerintah. Ketua Asosiasi Pengembangan Bahan Bakar Nabati (APROBI) Paulus Tjakrawan kepada Indonesia business today di Jakarta, Minggu (4/1) berkata pengusaha biofuel berharap ada insentif dari pemerintah. “Pada pasal 20 Undang-undang Energi No 30/2007 dikatakan; Insentif harus diberikan kepada pengusaha pengembang biofuel,” ketusnya. Tambahnya, salah satu bentuk insentif yang bisa di dapat adalah bentuk insentif PPN DTP, yang mana pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah. Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi Evita Herawati Legowo ketika dihubungi Indonesia Business Today mengakui kalau sektor ESDM bakal memberikan insentif untuk sektor pengusahaan di bidang ESDM. Namun, siapa yang mendapatkannya masih sedang di kaji. Mengenai apakah pengembangan BBN bakal mendapatkan insentif tersebut, Evita berkata semuanya masih sedang di kaji, Selain pengusaha pengembangan biofuel, sektor pertambangan sangat mendambahkan insentif pemerintah. Direktur Executif Indonesian Mining Assosiation (IMA) Pri Pribadi Soemarno ketika dihubungi terpisah berkata pertambangan sangat membutuhkannya. “Ada beberapa komoditas yang sangat membutuhkan pertolongan. Misalnya perusahaan pertambangan nikel. Sekarang harga nikel sangat turun, padahal productions cost tetap sama seperti saat harga nikel bagus. Karena itu, untuk bisa bersaing di pasar internasional maka pemerintah bisa membantunya dengan meringankan sedikit productions cost perusahaan,” terangnya. Apabila productions cost nya sudah tertolong, maka perusahaan tetap mempertahankan volume produksi. Sehingga ancaman pemutusan hubungan kerja bisa teratasi dari sektor ini. “Saya kira Menteri ESDM telah memperoleh data-data terkait komoditas apa saja yang harganya lagi anjlok. Yang amat membutuhkan pertolongan,” ketusnya. Menteri ESDM sendiri belum menentukan sektor apa saja yang bakal mendapatkan insentif. Seperti diketahui beberapa waktu lalu Menkeu yang merangkap menko perekonomian Sri Mulyani berkata pemerintah akan menyediakan tambahan stimulus pajak bagi sektor ril sebesar Rp 20 triliun di 2009. Insentif ini diharapkan bakal menangkal terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK Massal). Menkeu juga memastikan sebanyak enam sektor industri ril bakal dapat stimulus fiscal sebesar Rp 10 triliun. Adapun ke enam sektor tersebut adalah Departemen ESDM, kehutanan, industri manufaktur, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Harga BBN Masih Dibahas Janji pemerintah untuk segera memutuskan patokan harga BBN sebelum akhir tahun 2008 sudah tidak dipenuhi. Pembahasannya makin alot hingga sekarang. Pemerintah belum juga memutuskan apakah tetap memakai patokan MOPS (rata-rata harga minyak Singapura) sesuai dengan keinginan pertamina, ataukah bakal memakai patokan harga baru seperti Argus, ICIS?. Paulus Tjakrawan pernah berkata pihak produsen biofuel sangat berharap agar acuan harga BBN jangan memakai MOPS. Selama ini MOPS hanya dipakai sebagai acuan harga minyak (crude oil) bukan harga biofuel. Sementara itu, Dirjen Migas Evita Legowo berkata kalau kemungkinan acuan harga BBN akan memadukan kedua jenis patokan harga tersebut. Akan mengakomodir kepentingan kedua belah pihak perpaduan antara MOPS dengan salah satu acuan harga BBN internasional. Apakah ICIS, atau Bloomberg. Makaris Paru

Medco, Chevron dan Total Indonesie

Urusan Kontrak Medco, Total dan Chevron Selesai Tahun Ini JAKARTA----Pemerintah kembali menjanjikan akan merampungkan kontrak perpanjangan dua Blok Migas, Medco E&P dengan Blok A Nanggruh Aceh Darussalam dan Total Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Serta rencana ekspansi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di blok Duri area Kepala BP Migas Raden R Priyono kepada wartawan, Senin (5/1) berkata walaupun harga minyak dunia anjlok tetapi geliat investasi migas masih tumbuh. Awal tahun ini pemerintah akan merampungkan urusan kontrak perpanjangan kedua blok tersebut. "Semua KKKS masih berkomitmen meningkatkan rencana eksplorasi. Beberapa KKKS sedang ajukan perpanjangan kontrak termasuk Total Indonesie yang harus kita bahas tahun ini. Banyak lapangan yang belum dioperasikan secara maksimal,” ketusnya. Perpanjangan kontrak Total Indonesie dan Medco harus selesai tahun ini. Pembahasan perpanjangan kontrak kedua KKKS tersebut sudah dimulai tahun kemarin 2008. Semuanya sudah ada perkembangan namun masih terus dibahas bersana dirjen migas. Sebelumnya Executive Vice President Exploration & Production Total Indonesia Christophe de Margerie telah mengajukan perpanjangan kontrak eksplorasi untuk blok mahakam ke pemerintah, melalui BP Migas. Total menilai bahwa cadangan migas blok mahakam masih sangat potensial. Karena itu, walaupun Total masih memiliki tengat waktu yang lama sebelum pihaknya masa kontrak pertama selesai, total sudah tidak sabar lagi mendapatkan tandatangan pemerintah untuk masa kontrak lanjutan. Total menilai potensi cadangan gas blok itu dapat diproduksikan hingga 20 tahun ke depan. Kontrak perusahaan migas asal Perancis ini di blok Mahakam seutuhnya masih berakhir hingga 2017. Namun, melihat kandungan gas di blok ini yang cukup bagus, Total pun tidak ingin melepaskan kepemilikannya di Mahakam. Selain perpanjangan kontrak Total Indonesie. BP Migas di tahun ini juga BP Migas bakal merampungkan rencana ekspansi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di blok Duri Area 13. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, pernah berkata setelah berhasil melakukan produksi pertama blok north duri area 12, yang telah berhasil produksi awal. Kini Chevron sedang melakukan konstruksi untuk eksplorasi pengembangan North Duri area 13. Untuk merealisasikan proyek ini CPI telah menyiapkan US$ 1,5 miliar. Pihak CPI sendiri belum terus terang soal rencana ekspansi pada blok duri area 13. Juru bicara Chevron Santi Manuhutu pernah menuturkan setidaknya untuk saat ini kami (Chevron Pasific Indonesia) belum bisa beri komentar terkait perkembangan eksplorasi blok north duri area 13 karena semuanya masih dalam pembahasan. Bor 16 Sumur Medco E&P Siap 15 miliar Pihak Medco E&P masih menanti kabar gembira dari pemerintah terkait penyelesaian urusan kontrak perpanjangan di Blok A Nanggruh Aceh Darussalam. Sementara urusan Blok A belum selesai Medco telah menyiapkan total dana hingga hingga US$ 15 miliar untuk rencana eksplorasi pada 16 sumur di luar blok A. “Untuk blok A Medco sudah menyiapkannya sendiri,” kata President Direktur Medco E&P Budi Basuki kepada wartawan, Senin (5/12). Untuk kontrak perpanjangan blok A, Medco E&P Medco Siapkan US$ 15 M Perusahaan Migas Nasional Medco telah menyiapkan dana investasi selama dua tahun ke depan sebesar US$ 15 miliar. President Direktur Medco E&P Budi Basuki ketika ditemui terpisah berkata rencana investasi sebesar itu khusus peruntukan rencana pengeboran pada 16 sumur Medco.Sumurnya sudah di bor tinggal injeksinya saja. Kerjaan pertama tahun ini ngeset semuanya, tapi injeksinya baru kuartal 3 atau 4. Budi Basuki menambahkan untuk kontrak exstension Blok A, pihaknya sedang menunggu selesainya urusan dengan pemerintah. "Kita masih menunggu ekstensionnya muda-mudahan bulan ini ada jawaban," harap Budi Basuki. Medco tetap menargetkan produksinya 2011. untuk splitnya sudah sepakat 65:35. Pemerintah 65 persen dan Medco 35 persen. Untuk pendanaan pengembangan Blok A, kita nggak susah nyari pendanaan karena ke ekonomiannya bagus karena itu nggak dihubungkan dengan harga minyak. Produksi gasnya nanti disalurkan ke PT Pupuk Iskandar Mudah (PIM). Volume kontrak dengan PIM sebesar 110 juta kaki kubik (MMSCFD). Akan dialirkn mulai 2011. Selain untuk PT PIM sisanya ada juga yang ke perusahaan listrik negara (PLN). Ris/Makaris Paru

Kompensasi Rp 160/liter, Hiswana Egois

BBM Masih Bisa Turun Rp 4.000/liter JAKARTA—Harga minyak mentah dunia yang sempat anjlok hingga level US$ 30 per barel perlahan mulai naik lagi. Pada perdagangan pertama 2009 minyak kembali memuncak hingga level US$ 46 per barel. Memanasnya konflik antara Israel dan Palestina merupakan salah satu penyebab naiknya harga minyak. Namun, kenyataan ini jangan menjadi penghalang bagi pemerintah untuk tetap menurunkan harga Bahan bakar minyak (BBM). “Premium dan solar masih bisa turun ke level Rp 4000 per liter,” kata Pengamat Perminyakan Kurtubi ketika dihubungi Indonesia Business Today, Minggu (4/12). Kurtubi menambahkah kalau harga minyak berkisar pada level US$ 45 per barel maka harga pokok produksi BBM masih sekitar Rp 4000 per liter. Karena itu, kedua jenis BBM, premium dan solar masih bisa turun hingga ke level tersebut. Sementara terkait adanya kekhawatiran kalau harga minyak dunia bakal naik tajam hingga ke level tertingginya sebagai respons konflik yang tengah terjadi antara Israel dan palestina. Kurtubi berkata jika harga minyak kembali naik hingga level US$ 60 per barel, dan pemerintah sudah memutuskan menurunkan harga BBM ke Rp 4000 per liter, maka pemerintah kemungkinan harus menambal jatah subsidi BBM 2009 sebesar Rp 20 triliun sampai Rp 30 triliun. “Pemerintah harus melihat hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam stimulus ekonomi. Menurunkan harga BBM hingga level terendah bisa menggerakan sektor ril,” jelas Kurtubi. Pemerintah sendiri belum mengambil langkah tegas terkait nasib harga BBM. Apakah bulan ini masih bisa di turunkan lagi. Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjanjikan pada Januari 2009 kedua jenis BBM Premium dan Solar bisa diturunkan lagi, tetapi masih bergantung perkembangan harga minyak dunia. Serta kemampuan jatah subsidi BBM. Seperti diketahui sebulan yang lalu, pemerintah secara mendadak menurunkan harga BBM premium dan solar sebanyak dua kali. Pada satu desember dan 15 Desember. Inilah adalah penurunan pertama dalam sejarah bangsa ini. Salurkan Kompensasi Rp 160/liter, Hubungan antara pertamina dan pengelolah SPBU kian tidak harmonis. Hal ini terlihat dari seringnya terjadi kelangkaan premium di berbagai SPBU. Selama dua bulan terakhir ini sudah dua kali terjadi kelangkaan premium pada SPBU yang dipicu keengganan pengelolah SPBU menjual premium. Pada 1 Desember yang lalu kelangkaan premium di picu oleh janji pertamina bersedia membayar kompensasi, namun hingga kini belum juga terealisasi. Takut persoalan ini terus memanjang pertamina pun berkomitmen segera melunasi kompensasi ke pengelolah SPBU Rp 160 per liter. Direktur Utama Pertamina Persero Ari Soemarno kepada wartawan, Minggu (4/1) berkata saat ini Pertamina masih melakukan penghitungan terhadap total nilai kompensasi yang akan dikeluarkan lantaran besaran volume BBM yang harus diberi kompensasi dari SPBU yang mengalami kerugian karena perubahan harga belum diperoleh. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswama) Mohamad Nur Adib ketika di hubungi terpisah berkata kompensasi Rp 160 per liter merupakan hasil kesepakatan bersama antara pertamina, Menneg BUMN dan Hiswana. Namun, nilainya masih dihitung pertamina. Hiswana pun belum tahun kapan pertamina merealisasikan janjinya. Pengelolah SPBU Egois Pertamina persero amat menyanyangkan sikap pengelolah SPBU yang enggan menjual BBM, yang menimbulkan kelangkaan premium. Selama beberapa bulan terakhir sudah dua kali kasus serupa terjadi. Direktur utama pertamina menilai pengelolah SPBU cenderung bersikap egois. “Pada saat harga turun pengusaga SPBU meminta kompensasi. Tetapi saat harga naik mereka malah diam. Mereka berani menganbil BBM dengan volume yang banyak. Saat harga turun, mereka berteriak dan menahan pembelian BBM” ketus Ari Soemarno. Keegoisan pengeusaha SPBU dapat tercermin dari ke engganan mereka mengantisipasi keamaan stok BBM, mulai pada 1 Desember yang lalu serta yang terakhir pada awal 2009. Corporate Secretary Pertamina Persero Toharso ketika dihubungi terpisah berkata ada beberapa penyebab kelangkaan premium pada awal tahun. Pertama pihak pengusaha SPBU tidak bisa membeli premium, mereka tidak punya uang untuk nebus Delivery Order (DO) karena bank-bank pada tutup karena libur akhir tahun. Kedua adanya isu kalau sebentar lagi harga premim akan turun sehingga pengusahaa SPBU bertahan untuk tidak membeli premium sampai adanya harga baru. Ketika adanya penerapan system pembayaran BBM baru secara online, yang membutuhkan waktu. Vice President Communications pertamina persero Anang Rizkani Noor juga mengakui kalau dalam beberapa hari terjadi kelangkaan premium. Adapun yang menjadi penyebab kelangkaan adalah beberapa SPBU mengurangi stok sebelum 1 Januari 2009. Mereka khawatir akan adanya penurunan harga premium. Hal ini terlihat dengan menurunnya permintaan SBPU di Jabodetabek yang biasanya 11.000 KL menjadi 7.000 KL dalam beberapa hari terakhir. Sementara ketua Hiswana Mohamad Nur Adib menjelaskan saat ini pertamina bersama pengelolah SPBU telah mengantisipasi ketersediaan premium. Pihak pertamina dan asosiasi telah melakukan pertemuan, juga dengan perbankan Dalam rapat tersebut Pertamina mengambil terobosan untuk menggunakan proses manual kepada SPBU-SPBU di daerah yang belum bisa menebus pemesanan bahan bakar karena bank-nya masih tutup. Stok BB Pertamina Jenis BBM Stok pertamina DOT (Daily of taker) oleh SPBU Premium 2.763.149 Kiloliter 164.122 kiloliter Solar 5.283.642 Kiloliter 94.733 Kiloliter. Pertamax 2.040 kl 531 kl (DOT) atau 384 persen. Pertamax Plus 512 kl 190 kl atau 269 persen. Makaris Paru

Kelompok Mineral Logam Dibayangi PHK Massal

Antam Switch Kerjaan JAKARTA---Laporan penurunan produksi beberapa jenis komoditas pertambangan pada 2008 oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperkirakan bakal berlangsung hingga kuartal pertama 2009. “Produksi komoditas jenis Mineral Logam seperti Tembaga, Logam, Nikel,Alumunium, Bauksit bakal turun hingga 20 sampai 30 persen,” kata Ketua Perhimpunan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (perhapi) Irwandy Arif ketika dihubunhi Indonesia Business Today, Minggu (4/1). Irwandy menambahkan selain kelompok mineral logam, penurunan produksi juga terjadi pada emas dan kelompok energi batubara. Namun, penurunanya tidak akan sedrastik kelompok mineral logam. Secara keseluruhan industri pertambangan bakal menghadapi tantangan yang besar, demand akan kembali anjlok. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal ada. “Tetapi saya berharap itu tidak akan terjadi. Namun, ancaman PHK ini akan sulit terhindarkan terjadi pada perusahan tambang kecil. Seperti kelompok Kuasa Pertambanga (KP),” katanya. Namun, dunia pertambangan masih ada cela untuk tetap bangkit. Harus segera ada perbaikan dalam semua lini. Bagaimana memajukan sektor pertambangan kita. “Perbaikan perundang-undangan, sinkronisasi kebijakan lintas sektoral, misalnya antara DESDM dengan Depkeu dan Kehutanan,” jelasnya. Sepanjang 2008 produksi tembaga menurun dari 797,40 ribu ton ditahun 2007 menjadi 580,95 ribu ton. Untuk produksi emas pada tahun 2007 yaitu 117.73 ton menjadi 57,94 ton atau lebih dari 50 persen. Sedangkan perak 269,38 ton di 2007 menjadi 209,06 ton tahun ini. Penurunan produksi terjadi pada beberapa perusahaan seperti PT Freeport Indonesia. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro beberapa waktu lalu menjelaskan penurunan produksi emas karena terjadi longsor di PT Freeport dan belum dipakainya izin pinjam pakai lahan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Sedangkan produksi Timah juga turun disebabkan karena menurunnya produksi PT Koba Tin terkait kasus illegal mining dan menurunnya produksi PT Timah dan KP Smelter. Demikian pula produksi bauksit pada tahun ini mencapai 14.986,52 ribu ton turun dibanding tahun 2007 yang sebesar 15.406.04 ribu ton. untuk produksi Timah menurun dari 91,28 ribu ton menjadi 79,21 ribu ton. Namun produksi bijih nikel dan bijih besi meningkat di tahun 2008 karena bertambahnya jumlah KP yang berproduksi. Untuk bijih nikel meningkat dari 6.623,02 ribu ton menjadi 14.986,52 ribu ton. Sedangkan bijih besi meningkat dari 1.894.757,98 ton di tahun 2007 menjadi 4.609.540,54 ton di tahun 2008. Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan meminta agar Perusahaan tambang dapat bersikap lebih bijaksana sebelum memberhentikan karyawannya. Pemerintah berharap perusahaan melakukan pengalihan ke bagian lain untuk mencegah PHK. Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara (APBI)Jeffrey Mulyono ketika dihubungi terpisah berkata secara keseluruhan prospek pertambangan di 2009 masih lesu. Namun, masih ada yang bisa bertahan. Tergantung efisiensi apa yang merek lakukan. “Untuk pertambangan kecil, yang tidak memiliki ketahanan modal yang cukup ditakutkan akan terjadi gelombang PHK,” ketusnya. Antam Switch Kerjaan Karyawan Sektor pertambangan Mineral Logam yang meliputi Nikel, Tembaga, Perak, Bauksit, Alumium pada 2009 dikabarkan bakal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Hal ini dikarenakan permintaan (demand) terhadap komoditas ini terus menurun, serta harganya yang terus anjlok. Beruntung salah satu perusahaan tambang terbesar nasional PT Aneka Tambang (Antam) mulai mengantisipasinya. Melakukan pengalihan kerjaan karyawan dari aktifitas produksi ke maintenance, modernisasi pabrik feronikel satu dan optimaliasi pabrik feronikel tiga. Corporate Secretary Perusahaan Bimo Budisatrio ketika dihubungi Indonesia business today, minggu (4/12) berkata perusahaannya tidak akan membiarkan karywan PHK. Karena itu, untuk mengamankannya Antam melakukan switch kerjaan. Tambahnya walaupun secara keseluruhan prospek bisnis Antam di 2009 sangat lesu. Antam akan melakukan berbagai efisiensi termasuk mengurangi produksi. Meskipun ada pengurangan produksi tetapi tidak akan ada PHK. Target Produksi Antam 2009 Jenis Komoditas Target 2009 Produksi Feronikel Target 12.000 Ton Turun dari 17.000 Ton di 2008 Biji Nikel 5 Juta wmt (wet metrix ton) Emas 3.000 kg Biji Bauksit 1,5 Juta wmt Makaris Paru

Exxon dan Chevron Tingkatkan Produksi Minyak Nasional

JAKARTA----Dua perusahaan raksasa minyak asal amerika akan meningkatkan volume produksi minyak Indonesia. ExxonMobil melalui anak perusahaannya Mobil Cepu Limited (MCL) dengan lapangan minyak Cepu, Bojonegoro, dan Chevron Pacific Indonesia (CPI) dengan lapangan minyak North Duri Area 12, Duri, Riau. Development Manager MCL Dedy Affidick kepada Indonesia Business Today beberapa waktu lalu berkata produksi minyak blok Banyuurip di Desa Mojodelik Kec. Ngasem, Bojonegoro sebesar 5000 sampai 6000 barel per hari, masih on schedule sekitar awal Desember. Produksi awal blok Banyuurip sekirat 5000 sampai 6000 barel per hari. Dari situ nunggu dua atau tiga bulan lagi baru bisa mencapai target pemerintah 20 ribu barel per hari. Blok Banyuurip sendiri memiliki tujuh sumur, produksi punyak blok ini akan mencapai 165 ribu barel per hari. Selain itu, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah meresmikan produksi minyaknya dari lapangan North Duri Area 12 sebesar 1.000 barel per hari. Kapasitas produksi ini secara baru akan mencapai puncaknya sebesar 34.000 pada 2012. Produksi awal blok Duri area 12 terjadi pada (14/11) yang lalu. Untuk pengembangan dua lapangan barunya blok Duri area 13 dan 14 CPI telah mengeluarkan alokasi dana sebesar US$ 900 juta. Produksi kedua area tersebut diperkirakan bakal terjadi pada 2014 sekitar 45 barel per hari. Dalam keterangan tulisnya yang diterima wartawan demi pengembangan tiga blok Duri, Area 12, 13, dan 14 Chevron mengeluarkan investasi sekitar US$ 1,3 miliar. “Duri field adalah wujud keberhasilan Chevron dalam menjalankan base businessnya di Indonesia,” kata executive vice president, upstream and gas, Chevron. Kepala Dinas Pengembangan Pasar Minyak dan Gas Bumi BP Migas Fathor Rahman ketika dihubungi Indonesia Business Today, Rabu (26/11) berkata secara umum rata-rata produksi minyak secara nasional memang terus menunjukan peningkatan. Namun tambahnya, berapa persis penignkatannya saya belum tahu, saya tidak punya data pastinya sekarang,” katanya. Sebelumnya Kepala BP Migas Raden Priyono berkata pada 2009 produksi minyak nasional akan meningkat. Peningkatan tersebut bersumber dari komitmen produksi beberapa blok perusahaan migas. Raden priyono berkata produksi minyak per (14/11) 2008 sudah mencapai 927.000 barel oil per day (BOPD). Sementara itu rata-rata produksi November sebesar 967.368 bopd. Dengan rata-rata Januari hingga November sebesar 977.908 bopd. Makaris Paru

Kamis, 15 Januari 2009

Potensi Kelangkaan Masih Terjadi

JAKARTA---Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih berharap agar Pertamina segera memenuhi janjinya untuk membayar besaran kompensasi atas penurunan BBM pada Desember yang lalu. “Pertamina belum membayar kompensasi tersebut. Namun, saya masih yakin Pertamina akan segera membayarnya. Begitu pun dengan kompensasi penurunan kali ini. Pemerintah pasti melunasinya,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Muhamad Nur Adib, kepada Indonesia Business Today, Kamis (15/1). Seperti diketahui, pada dua kali penurunan BBM Desember Pertamina berjanji memberikan kompensasi kepada pengusaha SPBU atas besaran penurunan. Adalah besaran kompensasi yang dijanjikan sekitar Rp 160 per liter. Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Ari Soemarno, sebelumnya menjanjikan kalau Perseroan segera membayar besaran kompensasi. Namun, kapan waktunya masih terus dibahas lagi. Keterlambatan pembayaran kompensasi diakui juga oleh Menneg BUMN, Sofyan Djalil. Menurut Sofyan kompensasi tersebut pasti segera ditebus oleh Pertamina. Ketua Hiswana Migas, Muhamad Nur Adib, memang menjamin tidak akan ada lagi kelangkaan pasca penurunan BBM. Namun, menurut, Alvien Lie, Anggota DPR Komisi VII Fraksi PAN, Alvien Lie, potensi kelangkaan BBM masih bisa terjadi, terutama hingga saat ini kompensasi kepada pengusaha SPBU belum juga dibayar. ketika dihubungi Indonesia Business Today, mempertanyakan pernyataan tegas pemerintah bahwa stok BBM pada setiap SPBU besok (hari ini) aman dan terkendali. “Kalau itu memang terjadi berarti pemerintah sudah belajar dari pengalaman kemarin. Tetapi kalau tidak, pemerintah telah membohongi masyarakat,” jelasnya. Alvein Lie berkata kekhawatiran saya sangat beralasan. Berkaca pada kasus kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini, kasusnya sangat tidak masuk akal. Misalnya kenapa hanya BBM jenis premium aja yang kosong, yang lainnya masih banyak. Berarti ada sesuatu yang selalu disembunyikan oleh Pertamina dan Pemerintah. “Kalau sampai Presiden marah, berarti kinerja Direksi Pertamina sudah tidak bagus lagi,” jelasnya. Pendapat senada datang dari Aggota DPR RI Komisi VII, Fraksi PDIP, Zainal Arifin. Ketika dihubungi terpisah oleh Indonesia Business Today, Zainal Arifin, berkata sangat mustahil kalau semua SPBU bisa melayani pembelian BBM secara 100 persen. “Kemungkinan akan terjadi kelangkaan masih ada,” katanya. Adapun yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah benar mengganti sesegera mungkin semua kompensasi dari penurunan BBM kepada SPBU. Yang kedua, saya yakin setiap SPBU masih memiliki ketersediaan stok lama. “Sangat mustahil mereka menjualnya dengan harga baru, mereka tidak mungkin mau begitu saja menjualnya dengan harga baru,” ketusnya. Tambahan lagi, SPBU sudah memiliki pengalaman buruk pada penurunan beberapa waktu lalu. Pertamina berjanji memberikan kompensasi, tetapi buktinya hingga kini Pertamina belum juga mengucurkan besaran kompensasi yang di janjikan. Sofyan Djalil Jamin Pasokan BBM Aman Menneg BUMN menyatakan pada penurunan kali ini, pemerintah bersama Pertamin menjamin pasokan BBM aman. Semua SPBU sudah mengambil DO (Delivery Order) BBM sesuai dengan porsinya masing-masing. "Tidak akan ada lagi kekosongan BBM pada setiap SPBU," ketus Sofyan. Keyakinan serupa diutarakan Vice President Communications Pertamina (Persero), Anang Rizkani Noor, ketika melakukan sidak di SPBU Tanah Abang II, Jakarta, Rabu (14/1). Anang Noor menjelaskan sejauh ini pengambilan dari SPBU sudah lancar. Mereka sudah membelinya mulai kemarin (12/1) dengan harga baru. Jadi tidak alasan bagi mereka untuk tunda pembelian. "Sistem pemesanan dan delivery yang baru telah berjalan dengan baik. Untuk Depo Plumpang, hingga hari ini kemarin-red (pukul 18.00 WIB total pengambilan SPBU sudah mencapai 14 ribu kilo liter," jelasnya. Secara Nasional total konsumsi Premium sekitar 52 ribu KL, Solar 31 ribu KL. Pertamina juga selalu menjaga ketersediaan stok BBM dalam level aman, cukup untuk 20 hari ke depan. Awas Lonjakan Permintaan BBM Pengumuman pemerintah menurunkan BBM hingga dua sehari sebelumnya memberikan dampak yang sangat besar pada lonjakan permintaan BBM di hari pertama penurunan. Kekhawatiran tersebut dinilai berdasar, karena sehari sebelum penurunan BBM situasi hampir semua SPBU sangat sepi. “Kemungkinan konsumen BBM sengaja menahan diri. Mereka menunggu harga baru besok (hari ini-red). Bisa dipastikan besok konsumsi BBM bakal meningkat drastic. Namun, kami (Pertamina) dan SPBU sudah mengantisipasinya dengan meningkatkan stok,” kata Anang Rizkani Noor. Manager Operasional SPBU di Tanah Abang II, Jakarta, Rabu (14/1) berkata kepada wartawan hari ini (kemarin-red) SPBU kami terlihat sepi. Tidak banyak kendaraan yang masuk. “Kemungkinan mereka menunda pembelian BBM mulai tengah malam nanti dan besok pagi,” jelasnya. Sebagai mempercepat antisipasi kekosongan BBM disemua SPBU. Pertamina menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat agar apabila ditemukan ada SPBU yang kosong BBM, segera melapor ke Pertamina di Nomor 500-000 dari PSTN atau 021.79173000. Ris

Rabu, 14 Januari 2009

sadness give you struggle

sometime we are alwayas sad. but its life, if we can stand on it, and find the solutions